Kasus Pengambilan Paksa Jenazah, NA Pastikan Kondisi RS Rujukan

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Guberbur Sulsel Nurdin Abdullah memastikan bahwa pengaman di rumah sakit ke depan diperketat. Hal ini diungkapkan, pasca terjadinya pengambilan paksa di tiga rumah sakit yang berbeda di Kota Makassar, yakni di RSKD Dadi, RSKD Labuang Baji dan terakhir kasus di RS Stella Maris.

Ia pun mengunjungi, rumah sakit rujukan dan rumah sakit penyangga perawatan pasien positif covid 19.

Inline Ad

Rumah sakit yang dikunjungi adalah RS Dadi dan RS Sayang Rakyat masing-masing sebagai tempat rujukan dan RS Labuang Baji sebagai rumah sakit penyangga.

Nurdin Abdullah berkoordinasi dengan Pangdam XIV Hasanuddin dan Kapolda Sulsel untuk mengani kasus perampasan jenazah dan penolakan rapid tes di lorong-lorong di Makassar.
Dalam kunjungan ke rumah sakit itu, gubernur diterima Direktur RSKD Dadi dr Arman Bausat. Di RSKD Labuang Baji diterima dr Andi Mappatoba, dan di RS Sayang Rakyat diterima dr Haeriyah.
Para direktur didampingi aparat TNI, kepolisian, dan Pol PP yang bertugas. Kepada aparat keamanan, Nurdin Abdullah menegaskan agar menangkap penjemput yang memaksa mayat yang positif corona dibawa ke rumahnya.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah Jadi Sumber Buku Acuan Demokrasi yang Dibuat Watimpres

“Karena ini bukan murni keinginan keluarga inti, saya minta aparat keamanan bertindak tegas. Tangkap dan melakukan penyelidikan,” jelasnya, Senin (8/6)

Perampasan jenazah positif corona yang meninggal di Rumah Sakit Dadi, RS Labuang Baji, dan RS Stelamaris memiliki ciri yang sama.
Keluarga yang mendampingi jenazah disingkirkan dan keranda diambil alih oleh sekelompok orang yang bukan keluarga inti.

Baca Juga:  HUT ke-412 Makassar, Nurdin Abdullah Minta Semua Pihak Dukung Wali Kota

Direktur RS Stelamaris dr T Luisa Nunuhitu, memastikan keluarga inti jenazah almarhumah Ny Kasiyani, sudah rela untuk ditangani petugas gugus tugas percepatan penanganan covid 19 dengan protokol kesehatan

“Keluarga almarhumah terheran-heran kok ada sekelompok orang yang ambil paksa mayat ibu dan istri mereka,” katanya di rumah jabatan gubernur Sulsel.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.