INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemimpin yang besar itu, punya visi dan mimpi besar. Seorang pemimpin yang sukses adalah yang mampu membumikan visi misi dan mimpi-mimpinya. Agus – Tanribali bukan hanya menggagas konsep pembangunan kawasan Labuba Malabo. Namun mampu membumikannya dengan 9 Program fokus tuntas.
Bukan tanpa dasar program ini terbentuk. Pengalaman Agus puluhan tahun di Sulsel, baik selama 10 tahun di lembaga legislatif maupun yang terakhir 10 tahun memimpin Sulsel. Demikian juga dengan Tanribali yang mengelola beberapa provinsi lain, selain Sulsel. Keduanya meramu program Fokus Tuntas dengan 9 program yang ditawarkan ke masyarakat Sulsel, sebagai solusi keberlanjutan pembangunan di Sulawesi Selatan.
Labuba Malabo adalah tiga kawasan pegunungan Sulsel yakni Latimojong, Bulusaraung, dan Bawakarang dan dua kawasan pesisir dan pulau-pulau, yakni Selat Makassar dan Laut Flores serta Teluk Bone. Pengembangan kawasan Labuba Malabo, agar pertumbuhan ekonomi Sulsel yang sudah tinggi tidak mengalami titik jenuh.
9 Program Fokus Tuntas ini, akan membuat tiga kawasan pegunungan dan dua kawasan pesisir ini akan tumbuh. Dan akan membawa kejayaan baru bagi Sulawesi Selatan.
Ke 9 program fokus tuntas itu adalah :
1) 500 Kilometer jalan strategis provinsi untuk konektivitas kawasan Latimojong, Bulusaraung, dan Bawakaraeng (Labuba).
2) 50 sekolah menengah kejuruan unggulan gratis langsung kerja, program ini akan menfokuskan pada bidang bidang strategis. Sehingga menjamin produk dari hulu sampai ke hilir. Selain tepat guna, juga akan menjamin peningkatan nilai tambah.
3) Melanjutkan program kedua, maka di hilir, kita harus mampu menyiapkan para pengusaha, yang akan membuka supply chain terhadap produk-produk unggulan lokal yang telah dihasilkan, maka pemerintahan Agus Tanribali akan menyiapkan Rp2 triliun pengembangan wirausaha baru di seluruh pedesaan Sulsel.
4) Rp2 triliun untuk pembangunan sosial keagamaan untuk masyarakat berkeadilan dan berkeadaban.
5) Lima rumah sakit rujukan provinsi baru .
6) 50 juta paket bibit/benih gratis untuk revolusi hijau dan biru.
7) Pengentasan 120 ribu kepala keluarga miskin atau 400 ribu orang dengan gerakan kesetiakawanan sosial sipatio-sipatokkong.
8) Memfasilitasi tumbuhnya ekonomi kreatif dari masyarakat untuk mendukung sektor pariwisata.
9) Rekruitment dan promosi jabatan secara transparan untuk memastikan pemerintahan yang profesional bersih tanpa KKN.
Gagal merencanakan adalah sama saja merencanakan untuk gagal. Perencanaan yang baik, sudah 50 persen dari keberhasilan. Tidak bisa dipungkiri Agus menjadi arsitek keberhasilan pembangunan Sulsel dalam 10 tahun terakhir. Pemahaman akan persoalan dan solusi, menjadikan program fokus tuntas sebagai jaminan keberhasilan keberlanjutan pembangunan di Sulsel.
The last but not the least, adalah who is man behind the Gun. Sehebat apapun perencanaan namun tidak dieksekusi dengan baik, tak akan ada gunanya. Jadi sangat tergantung dengan siapa eksekutornya. Tentu beda lah dengan orang baru dengan orang yang sudah berpengalaman. Yang berpengalaman pun, mesti dilihat kelasnya, apakah sudah pengalaman di tingkat provinsi atau baru sebatas kabupaten.
Bagaimana kita akan sama-sama membangun kampung, jika kita tinggal di Ibukota dan hanya kembali jika ada hajat? Bagaimana kita bisa merealisasikan janji 5 tahun, jika janji beberapa hari ke depan saja tidak bisa kita wujudkan? Dan bagaimana kita bisa bersama, jika selalu kita yang ingin jadi bos?
Kita butuh pemimpin yang melayani, bukan pemimpin yang sok kuasa, kita butuh pemimpin yang dapat di percaya bukan, pemimpin yang bohong, dan kita butuh pemimpin yang bersih, bukan yang punya rekam jejak negatif.
Pilih pemimpin yang punya visi dan mimpi yang besar, serta yang telah berpengalaman di tingkat provinsi. Yang hadir bersama masyarakat Sulsel di Karebosi siang ini pukul 14.00, Rabu tanggal 20 Juni 2018 pasti merasakan atmosfir itu.
Mereka akan menjadi bagian kemenangan rakyat Sulsel, dan mendengar langsung 9 program Fokus tuntas yang akan dilaksankan pemerintahn Agus-Tanribali. (*)










