INIPASTI.COM, JAKARTA – Inilah yang terjadi di Delhi, India saat ini sejak (23/2/2020). Massa secara terbuka menyerang Muslim, menjarah pasar, dagangan mereka dan menodai rumah ibadah.
Bentrokan meletus pada Minggu (23/2/2020) setelah para pendukung Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan (CAA), yang disahkan oleh Parlemen Desember lalu, menyerang tempat-tempat protes anti-pemerintah. CAA, yang dijuluki anti-Muslim, telah memicu protes nasional, terutama oleh Muslim. Warga Muslim-pun jadi sasaran amukan massa Hindu.
Korban tewas akibat bentrokan antara umat Muslim dan Hindu dilaporkan mencapai 20 orang. Sedangkan korban luka-luka dalam kejadian itu mencapai 189 orang, 60 di antaranya akibat tertembak aparat.
Kekerasan baru telah dilaporkan dari daerah berpenduduk Muslim seperti Karawal Nagar, Maujpur, Bhajanpura, Vijay Park dan Yamuna Vihar, sementara batu-batu dilemparkan ke lingkungan seperti Maujpur.
Seorang pria Muslim yang tidak bersenjata dipukuli secara brutal oleh gerombolan orang Hindu rasis. Ia berdarah di sekujur tubuhnya dan tidak bisa melakukan apa pun untuk melindungi dirinya sendiri.

Sarfaraz Ali salah satu korban dalam bentrok ini mengatakan, “Mereka mengelilingi saya dan ayah saya, dan meminta kami meneriakkan slogan-slogan Hindu. Mereka membuat kami mengatakan Jai Shri Ram (Salam tuan Ram)”, dalam wawancaranya dengan BBC (25/2/2020)
Mereka hanya menyerang Muslim setelah mengidentifikasi mereka dengan nama mereka dan membiarkan semua orang Hindu pergi.

Polisi hanya menonton dan kadang-kadang bahkan berpartisipasi dalam pemukulan ini dan mendorong para demonstran Hindutva ini dalam kekerasan mereka terhadap Muslim dan para demonstran anti-CAA. (eq)










