INIPASTI.COM, MAKASSAR – Harapan Pemerintah Kota Makassar untuk meraih Adipura Kirana mungkin akan berjalan dengan proses yang lama. Bagaimana tidak, buangan sampah per hari untuk satu kecamatan, paling banyak 24.000 Kg atau 24 ton!
Volume sampah terbesar yang masuk ke TPA Antang berasal dari Biringkanaya dan Tamalate. Dimana dalam sehari bisa mencapai 24 Ton dari 6 unit mobil Tangkasaki milik Kecamatan Biringkanaya. Itupun di luar bantuan mobil tersier dari dinas kebersihan. Satu mobil kontainer hanya bisa memuat 4-5 Ton per hari. Untuk Kecamatan Tamalate sekitar 20 Ton dari kurang lebih 10 unit mobil Tangkasaki milik kecamatan.
Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Makassar, Abdul Gani Sirman mengungkapkan, khusus mobil Tangkasaki membutuhkan waktu 1,5 sampai 2 jam untuk membongkar sampah karena dilakukan secara manual, sementara mobil Ambrol membutuhkan waktu 5 menit karena menggunakan sistem mekanis.
“Jumlah ini bisa lebih besar mengingat, ada armada Tangkasaki yang lebih dari sekali mengangkut sampah ke TPA Tamangapa,” tukasnya, Senin (24/10) pada kegiatan penanaman tiga ribu pohon di TPA Antang.
Gani menambahkan, hal ini dilakukan karena pada penilaian Adipura, pengelolaan TPA memiliki poin hingga 50. Ia juga mengungkapkan, saat ini di TPA tersebut melayani buangan sampah dari mobil Tangkasaki yang mencapai 150 unit, mobil Ambrol 15 unit, dan Kontainer 65 unit yang disebar di 14 kecamatan.
Dengan kondisi itulah, Gani berharap perlu kiranya perhatian khusus terhadap TPA Antang ini. Hal tersebut tak lain untuk mencapai penghargaan Adipura Kirana yang menjadi target Pemkot Makassar tahun ini.
“Ini bertujuan untuk menyukseskan target pemerintah kota meraih Adipura Kirana tahun ini. Olehnya itu, pemerintah bersama masyarakat bersatu menghijaukan TPA ini untuk mewujudkan capaian Adipura Paripurna tahun ini,” jelasnya. (*)
Baca juga : Sulapan Danny Pomanto di TPA Antang










