Oleh : Ahmad Usman
Dosen Universitas Mbojo Bima
Keberagamaan atau perbedaan tidak boleh memisahkan kita dari yang lain. Keragamam justru harus membawa sebuah kekuatan kolektif yang dapat bermanfaat bagi sebuah umat manusia. Keragaman masyarakat Indonesia bukan saja terjadi pada tingkat nasional, akan tetapi juga terjadi pada tingkat lokal sehingga peluang terjadinya konflik sangat terbuka. Keberagaman latar belakang budaya dan rendahnya pemahaman budaya yang dimiliki dapat menjadi salah satu pemicu konflik yang terjadi selama ini.
Bangsa Indonesia hidup dalam masyarakat majemuk, masyarakat serba ganda: ganda kepercayaannya, kebudayaannya, dan agamanya. Kemajemukan itu dapat menimbulkan dis-integrasi sosial yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan (Haidlor Ali Ahmad, 2010).
Dalam hubungan antar dan intra etnis, pertentangan terjadi bila sumber daya manusia atau pengikut etnis tertentu merasa akan diambil oleh kelompok yang lain (Burhanudin, dkk dalam Setiawati, 2020).
Dalam keadaan serba keberagamaan atau perbedaan perlu dicarikan solusi cerdas agar masyarakat tetap dalam harmoni dan salah satu solusinya yakni kecerdasan budaya. Kecerdasan budaya sebagai kemampuan individu dalam memahami, berpikir dan berperilaku secara efektif dalam situasi-situasi yang bercirikan perbedaan antar budaya sangat diperlukan agar mampu beradaptasi dengan baik dalam situasi budaya global sehingga menjadi insan yang cerdas budaya.
Kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dalam berbagai budaya, baru-baru ini diberi label sebagai kecerdasan budaya (CQ) yang merupakan salah satu kontribusi terbaru tentang kecerdasan, dan mendapatkan tempat bersama kecerdasan emosional, interpersonal dan sosial (Yvonne du Plessis, 2011). Upaya memahami dan menyelami situasi multikultural dengan kemampuan adaptasi yang baik, maka peningkatan kecerdasan budaya pada masyarakat sangat diperlukan. Joo-Seng Tan (2004) mengatakan bahwa di antara keterampilan di abad ke dua puluh satu yang sering berbicara adalah tentang kemampuan untuk beradaptasi secara terus-menerus dengan orang yang berbeda budaya dan kemampuan untuk mengelola keterkaitan dunia saat ini.
Joo-Seng Tan (2004) dan Kok-Yee Ng dan P.Christopher Earley (2006) menjelaskan bahwa cultural intelligence berimplikasi pada lingkungan kerja global yang beragam di mana tenaga kerja yang adaptable sangat dibutuhkan. Jadi, cultural intelligence memiliki aplikasi penting bagi individu, tim, dan organisasi untuk berfungsi dalam lingkungan yang multikultural.
Keberagaman, sebagai Mozaik yang Memperindah
Keberagaman (diversity) adalah segala hal yang membuat orang berbeda. Frederick A. Miller dan Judith H. Katz (Setiawati, 2020) berpendapat bahwa keberagaman merupakan tentang identitas sosial kelompok yang meliputi suatu organisasi. Mereka menyatakan pula bahwa terminologi keberagaman atau diversity sering salah dipergunakan, dengan saling mempertukarkan dengan pengertian affirmative action, equal employment opportunity, dan inclusion, karena masing-masing mempunyai makna sendiri yang unik.
Keberagaman atau diversity semula dipergunakan dalam pengertian secara umum sebagai pernyataan bervariasi (Chris Speechley dan Ruth Weatley dalam Setiawati, 2020). Namun, keberagaman kemudain berkembang dan dipergunakan untuk menjelaskan terdapatnya variasi di tempat pekerjaan, karena dalam suatu organisasi terdapat orang dengan berbagai latar belakang dan budaya.
James L. Gibson, Jhon M. Ivancevich dan James H. Donnelly, Jr. (Rex, 2005) berpandangan bahwa keberagaman adalah perbedaan fisik dan budaya yang sangat luas yang menunjukkan aneka macam perbedaan manusia. Sama halnya dengan Miller dan Katz, Gibson, Ivancevich, dan Donnelly menilai bahwa banyak pendapat orang tentang keberagaman yang sangat membingungkan. Keberagaman bukanlah sinonim untuk equal employment opprtunity atau bukan pula sebagai affirmative action. Pendapat-pendapat tersebut sejalan dengan analisis Roosevelt Thomas bahwa istilah keberagaman sering dipergunakan untuk kepentingan politik untuk menjelaskan tentang humans right dan affirmative action.
Keragaman atau ketidaksamaan sosial adalah suatu kondisi pada kehidupan masyarakat. Perbedaan seperti itu ada pada suku bangsa, ras, agama, budaya dan gender. Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa. Pemerintah harus bisa mendorong keberagaman tersebut menjadi suatu kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju Indonesia yang lebih baik.
Keberagaman budaya misal, adalah keseluruhan struktur-struktur sosial, religi. Di mana di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, adat istiadat yang ada di dalam sebuah masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Pada dasarnya Indonesia yang memiliki banyak budaya yang beragam. Pada perkembangannya manfaat keberagaman budaya ini adanya akulturasi budaya, namun tidak menghilangkan ciri khas masing-masing malahan jadi menambah keanekaragaman budaya Indonesia menjadi semakin kaya.
Ketidaksamaan sosial yang terdapat di masyarakat dapat dikaji menjadi dua bagian (Rahman dan Ismail, 2017), yaitu: pertama, ketidaksamaan sosial horizontal adalah perbedaan antar individu atau kelompok yang tidak menunjukan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah. Ketidaksamaan sosial horizontal disebut juga dengan diferensiasi sosial. Kedua, ketidaksamaan sosial vertikal adalah perbedaan antar individu atau kelompok yang menunjukan adanya tingkatan lebih rendah atau lebih tinggi. Ketidaksamaan sosial vertikal disebut juga dengan stratifikasi sosial.
Keberagaman atau perbedaan budaya, etnis, geografis atau lokalitas, agama, bahasa, ras, bangsa, dan lain-lain dapat harus dilihat sebagai mozaik yang memperindah masyarakat.
Manfaat Keberagaman Budaya
Sekurang-kurangnya ada 7 (tujuh) manfaat keberagaman budaya di Indonesia, yaitu: (1) sumber pengetahuan bagi dunia, (2) identitas bangsa di mata internasional, (3) memupuk sikap toleransi, (4) menumbuhkan sikap nasionalisme, (5) alat pemersatu bangsa, (6) sebagai ikon pariwisata, dan (7) menambah pendapatan nasional (Made Antara dan Made Vairagya Yogantari dalam Abidin dan Saebani, 2014).
Pertama, sumber pengetahuan bagi dunia. Budaya merupakan nilai-nilai yang dimiliki suatu masyarakat dan dilembagakan dalam suatu bentuk artefak budaya yang dapat dinikmati oleh masyarakat dan generasi penerusnya.
Kedua, identitas bangsa di mata internasional. Dengan kemajemukan budaya yang ada bisa menjadi identitas diri suatu bangsa.
Ketiga, memupuk sikap toleransi. Adanya multikulturalisme (ragam budaya), diharapkan mempertebal sikap toleransi dan rasa tolong menolong serta nasionalisme kita.
Keempat, menumbuhkan sikap nasionalisme. Perbedaan budaya yang ada dapat menciptakan rasa cinta tanah air, karena keanekaragam budaya merupaka suatu kekayaan yang dimiliki suatu bangsa.
Kelima, alat pemersatu bangsa. Dengan memiliki berbagai bahasa daerah, tidak menyebabkan bangsa Indonesia terpecah belah tetapi justru menambah kekayaan perbendaharaan bahasa.
Keenam, sebagai ikon pariwisata. Dengan melestarikan keberagaman budaya yang ada, dapat menjadi magnet dalam bidang pariwisata. Peninggalan masa lalu mulai dari bangunan, tarian, bahasa, dan artefak budaya lainnya bisa disulap menjadi obyek wisata yang bisa mendatangkan wisatawan yang tidak hanya domestik namun juga wisatawan asing.
Ketujuh, menambah pendapatan nasional. Hal ini adalah efek dari manfaat keberagaman budaya dalam bidang pariwasata dapat mendatangkan wisatawan asing dan domestik. Jika dikelola oleh negara, maka obyek pariwisata tersebut keuntungannya akan masuk ke kas negara. Oleh karena itu pendapatan kita di dalam APBN akan bertambah dan bisa digunakan untuk pembangunan bangsa.
Kekayaan Sosial
Setiap manusia dilahirkan sama atau setara antara satu dengan lainnya, meskipun dalam masyarakat, terdapat keragaman identitas. Kesetaraan dan keberagaman yang ada di masyarakat menunjukkan tingkatan yang sama, kedudukan yang sama meskipun dalam masyarakat yang majemuk.
Adanya kesetaraan dan keberagaman sosial di masyarakat dapat memberikan kekayaan sosial (Yustinasusi dalam Usman, 2019).
Pertama, keberagaman sebagai kekayaan sosial. Keragaman yang terdapat dalam kehidupan sosial manusia melahirkan masyarakat majemuk. Seperti di Indonesia, adanya masyarakat majemuk dapat dikarenakan kemajemukan etnik atau suku bangsa.
Beragamnya etnik di Indonesia menyebabkan Indonesia memiliki ragam budaya, tradisi, kepercayaan, dan pranata atau lembaga sosial. Etnik atau suku bangsa menjadi identitas sosial budaya seseorang. Artinya, identifikasi seseorang dapat dikenali dari bahasa, tradisi, budaya, dan kepercayaan yang bersumber dari etnik di mana ia berasal.
Kedua, kesetaraan sebagai kekayaan sosial. Hubungan antarmanusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya memiliki sifat timbal-balik. Artinya, individu yang menjadi anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban. Beberapa hak dan kewajiban telah ditetapkan dalam undang-undang (konstitusi) dan telah menjadi hak dan kewajiban asasi.
Kesetaraan dalam derajat kemanusiaan dapat terwujud dalam praktik nyata dengan adanya pranata-pranata sosial. Salah satu contohnya adalah pranata atau lembaga politik dan lembaga hukum. Lembaga politik berfungsi untuk memelihara ketertiban, keamanan, dan melaksanakan kesejahteraan. Lembaga hukum menjadi kontrol yang adil dalam mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kesetaraan dalam kehidupan nyata.
Keberagaman dan Disharmonisasi
Indonesia yang terdiri dari beberapa daerah dapat memberikan keberagaman, baik dalam kehidupan sosial maupun budaya.
Adanya keberagaman dapat memicu munculnya konflik atau dishamonisasi sosial. Suatu keadaan dikatakan disharmonisasi adalah keadaan yang biasanya mencerminkan suatu kondisi dalam situasi yang terjadi dalam sebuah kelompok dan kelompok ini adalah sekumpulan manusia. Disharmonisasi adalah suatu bentuk tidak terjadinya keselarasan secara keseluruhan yang dianggap mempunyai nilai negatif dengan beberapa aspek penilaian. Disharmonisasi adalah suatu keadaan atau kondisi yang terlihat tidak bahagia dalam suatu kumpulan manusia dan biasanya itu terdapat dalam suatu keluarga.
Kita harus selalu menghormati dan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat agar dapat mencegah munculnya konflik (Yustinasusi dalam Usman, 2019).
Pertama, masalah keberagaman di masyarakat. Keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari adanya perbedaan suku bangsa, bahasa, status sosial; mata pencaharian dapat berpotensi negatif terhadap munculnya masalah. Keberagaman yang ada di masyarakat dapat berpotensi menimbulkan, seperti: segmentasi kelompok, konsensus yang lemah, munculnya konflik, dan integrasi yang dipaksakan.
Kedua, solusi untuk mengatasi masalah keberagaman di masyarakat. Upaya untuk menghindari adanya perpecahan di masyarakat yang diakibatkan adanya keberagaman yaitu melalui pembangunan yang merata di semua lapisan masyarakat. Pembangunan tidak hanya mengejar kemajuan lahiriah semata, namun juga dibutuhkan adanya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara keduanya. Pembangunan harus diperuntukan bagi semua lapisan masyarakat, sehingga dapat mencapai kesejahteraan bersama.
Keberagaman, sebagai Keniscayaan
Keberagaman atau perbedaan memang wajar dalam kehidupan sosial di masyarakat. Keberagaman atau perbedaan tersebut menjadikan karakteristik masyarakat menjadi beragam. Manusia dengan segala perbedaan tersebut berpikir bahwa harus membentengi dan menghindarinya. Adanya keberagaman atau perbedaan tersebut harus kita sikapi dengan baik dan sudah seharusnya menjadikan hal tersebut menjadi perubahan yang lebih baik. Sebagai anggota masyarakat, kita wajib menjaga keharmonisan dalam lingkungan masyarakat.
Merawat keragaman suku bangsa Indonesia penting untuk dilestarikan, sejalan dengan kajian etnobiologi yang dilakukan (Iskandar, 2016). Pengetahuan ekologi dan biologi lokal merupakan aset yang potensial dari ragam masyarakat untuk pembangunan Indonesia berkelanjutan.
Semakin tinggi kecerdasan budaya yang dimiliki seseorang, maka semakin mudah dan semakin efektiflah seseorang dalam memulai dan menjalani serta menikmati sebuah hubungan interpersonal. Khususnya hubungan interpersonal dengan orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dengan kita.
Semoga !!!










