Keengganan untuk Menolong

Penulis : Khalida Muhajirah

INIPASTI.COM, Catherine Susan Genovese alias Kitty Genovese mengalami serangan dari seorang laki-laki yang bernama Winston Moseley ketika ia baru tiba di apartemennya. Pada saat ia keluar dari mobil, ia diterjang dari belakang dengan sebuah pisau sebanyak dua kali. Kitty berteriak, suara tangisannya didengar oleh sebagian tetangganya. Malam itu adalah malam yang dingin dan semua jendela tertutup sehingga hanya beberapa orang saja yang sadar dan mendengar bahwa itu tangisan minta tolong dari sesorang dalam kegelapan malam, diluar sana.

Inline Ad

Salah seorang dari tetangganya yang mendengar tangisan minta tolong tersebut lalu membuka jendela rumahnya dan berteriak kepada si penyerang sehingga si penyerang kabur. Setelah penyerang itu kabur, dengan penuh perjuangan Kitty dan darah yang mengalir sekujur tubuhnya, berusaha untuk menghampiri pintu apartemennya. Tidak ada seorang pun tetangganya yang keluar membantunya, demikian juga tetangga yang berteriak sehingga penyerang itu kabur tadi.

Seorang tetangga lainnya sempat menelepon polisi, tetapi tidak melaporkan kejadian secara jelas. Ia memberitahukan bahwa hanya terjadi penyerangan pada seorang wanita. Saksi melihat si penyerang masuk ke mobil dan pergi.

Baca Juga:  Benih In-situ Berbasis Korporasi

Sepuluh menit kemudian, si penyerang kembali lagi dan mendapatkan Kitty masih sedang berusaha sendiri menuju pintu apartemennya. Ketika mendapatkan Kitty yang masih sendiri (tidak ada yang menolong) sipelaku melanjutkan aksinya, menusukkan pisau ke tubuh Katty, memperkosa, mengambil uang, dan selanjutnya meninggalkan Kitty dalam keadaan sekarat. Penyerangan yang kedua ini berlangsung setengah jam.

Beberapa waktu kemudian, seorang saksi, Karl Ross, menelpon polisi. Polisi dan ambulans segera datang pada pukul 4.15 dan segera membawa Kitty ke Rumah Sakit terdekat namun dalam perjalanan menuju rumah sakit, Kitty meninggal dunia.

Polisi menginvestigasi latar belakang kejadian ini menemukan bahwa hampir 37 orang tetangganya tahu kejadian penyerangan terhadap Kitty, tetapi tak satu pun yang keluar dari rumah mereka untuk menolongnya. Juga pada saat Katty bersusah payah menuju pintu apartemennya saat penyerang telah pergi karena diteriaki hingga penyerangnya datang kembali, tidak ada satu pun tetangganya yang datang membantu Kitty, dan akhirnya Kitty pun diserang lagi hingga meninggal dunia.

Pernahkah Anda menemukan orang yang sedang mengalami masalah atau membutuhkan pertolongan di tempat umum namun anda merasa enggan untuk menolong, seperti kisah nyata diatas, karena berpikir bahwa masih banyak orang di sekitar anda yang akan menolong orang tersebut? Itulah yang disebut bystander effect seperti kisah nyata Kasus Kitty Genoseve di atas. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 13 Maret 1964 tersebut ini dianggap sebagai induk dari lahirnya bystander effect.

Baca Juga:  OPINI: Joko Widodo dan Iradah Allah

Bystander effect umumnya dianggap sebagai fenomena empiris dari Psikologi Sosial (Darley & Latane, 1968). Bystander effect terjadi pada seseorang yang menghadapi situasi manusia lain dalam kesulitan, tetapi hanya memerhatikan dan tidak berbuat apa-apa untuk membantunya karena beranggapan ada orang lain yang juga hadir dan bersedia menolong orang yang sedang kesulitan tersebut. Bystander effect adalah situasi dimana orang hanya memilih untuk menjadi pengamat, menyaksikan bahaya yang terjadi, namun tidak melakukan apapun untuk membantu atau menghentikan kejadian tersebut.

Semakin banyak orang, semakin kecil kemungkinan untuk bertindak. Alasan yang paling sering digunakan adalah Anda tidak ingin terlibat lebih jauh dengan masalah orang lain sehingga Anda memilih untuk tidak menolong.

Sebagai makhluk sosial, manusia sebaiknya menolong orang lain tidak boleh memilih atau menunggu orang lain untuk menolong. Jika Anda sanggup, jadilah orang pertama yang berinisiatif untuk menolong ketika orang lain membutuhkan pertolongan.
“Tolonglah orang-orang di sekitar jika kita mampu. Karena dengan perbuatan baik sekecil apapun, orang-orang akan menghargai kita walaupun mereka tidak mengenal kita.” –Anonim.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.