INIPASTI COM, MAKASSAR – Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi, kali ini seseorang pengunjung yang mengaku merupakan penasehat hukum menarik kerah baju dan menggertak salah seorang reporter televisi agar menghapus rekamannya di kantor kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Selasa (14/02).
Muhammad Nur yang kerap disapa leo mengaku dirinya saat melakukan perekaman tiba-tiba digertak dan ditarik kerah bajunya oleh seseorang yang mengaku bernama Ilho.
Kenapa kau merekam rekam, kau siapa, tukas Ilho yang mengaku sebagai seorang penasehat hukum dan kemudian mencoba untuk mengambil handycam yang digunakan leo untuk melakukan kerja jurnalistiknya.
Meski telah dilerai oleh beberapa jaksa namun ilho dan beberapa orang lainnya datang menyerbu dan mencecar Leo sembari mengancam agar rekaman tersebut dihapus.
“Hapus itu, kau lihat orang diatas lagi panas, kau merekam,” sembari menarik id card milik Leo sampai membuat tali id cardnya putus.
Ilho mengaku Leo merekam tanpa persetujuannya, sehingga sontak naik pitam, ia pun sangat tahu soal jurnalistik dan mengenal para jurnalis senior.
“Saya tadi itu bertanya kenapa ko rekam saya, saya tanya namamu, kau tidak menjawab, kau memang salah,” ujar Ilho.
Ilho mengaku sangat tahu persoalan jurnalistik sebab dia dulunya juga merupakan jurnalis di TPI, bahkan menyebut sejumlah nama seperti Ana Rusli, Ucok jenta dan lain lain.
“Saya ini wartawan dulu, saya tau semua senior senior mu, saya dulu itu di TPI, saya tahu itu Ana rusli, Ucok jenta, makanya kalau mau merekam liat liat juga bos,” pungkasnya.
Sementara itu Leo pun juga mengaku dirinya juga kaget sebab sebagaimana biasanya dikejaksaan dirinya tidak pernah dapat larangan untuk meliput, apalagi memang kerja jurnalis adalah melakukan pengambilan gambar.
Saksi mata yang tidak lain adalah Kasipenkum Salahuddin mengaku dirinya sempat melerai, bahkan sempat memanggil pihak kepolisian.
“Saya sempat melerai, tapi beberapa orang datang menunjuk nunjuk bahkan menarik paksa id cardnya si Leo,”ungkapnya.
Olehnya akibat kasus ini Leo berencana untuk melaporkan hal ini ke Organisasi Pers dan juga akan dilaporkan kekantor.
“Saya akan melapor, tapi saya kekantor dulu untuk melakukan laporan,” tukasnya.










