Kelas Sochrates FKM UPRI Review Posisi Posyandu dalam Peranan Penanganan Stunting

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Gelaran Kelas sochrates methodes FKM UPRI pada tanggal 30 Nopember 2019, kembali menghadirkan pemateri dengan segudang pengalaman di bidangnya. Bapak Arsyad Rahman SKM, M. Kes yang merupakan dosen senior FKM UPRI, sekaligus beliau merupakan Ketua Departemen Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, pada kesempatan itu, tampil apik dihadapan puluhan mahasiswa FKM UPRI yang antusias mengikuti kelas kajian tersebut.

Judul kajian kelas Sochrates Methode minggu ini yaitu “REVIEW POSISI POSYANDU DALAM PERANAN PENANGANAN STUNTING” dari pengalaman selama 6 tahun di dunia penanganan stunting, tentu beliau Bapak Arsyad Rahman, SKM M. Kes menyatakan bahwa “pendekatan medis dan pendekatan sosial sebagai kombinasi solusi yang harus ditempuh masyarakat dan pemerintah, paling tidak mengurangi angka kejadian stunting di setiap wilayah” Ucapnya.

Baca Juga:  MAPALA Veteran UPRI Hadiri TWKM di MARPALA UBK Jakarta

Kelas kajian kali ini memiliki suasana yang lebih berbeda dari sebelumnya dimulai dari memfokuskan pikiran mahasiswa, Bapak Arsyad Rahman, SKM, M. Kes mulai membongkar pemikiran mahasiswa, dan mengulik lebih dalam lagi persepsi para peserta kajian tentang kejadian stunting. Seperti yang diketahui stunting merupakan suatu kodisi dimana seorang anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya tapi, pada disikusi kajian kali ini mahasiswa dibuat lebih aktif mengemukakan pendapatnya terkait fenomena stunting yang belakangan ini hangat diperbincangkan dan juga menjadi perhatian utama oleh pemerintah. Bukan Bapak Arsyad Rahman, SKM, M. Kes namanya kalau tidak membuat kelas lebih Aktif dan Kritis.

Baca Juga:  PERHAPI Selenggarakan Temu Profesi Tahunan (TPT) XXVI

“Itulah tujuan utama dari kelas kajian hari ini” Ungkap Arsyad Rahman saat memberikan materi di depan peserta kajian kelas socrates.

Uswatun Hasanah salah seorang pesera kajian mengungkapkan “kajian kali ini lebih nyaman lebih fun tapi ilmu dan kritis berpikirnya dapat” Ucapnya. (Budiman)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.