INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, Iriawan Munaf mengapresiasi Makassar International Eight Festival and Forum (F8). Ia mengungkapkan bahwa Makassar F8 ini adalah festival pertama di Indonesia. Ia menyerukan hal tersebut pada pembukaan event akbar tersebut di Anjungan Bugis-Makassar, Rabu, (6/9/2017).
“Makassar F8 ini adalah festival pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menghadirkan 24 negara. Belum pernah ada festival di negeri ini yang menghadirkan sekian banyak Perwakilan Negara,” serunya.
Iriawa melihat penyelenggaraan event F8 ini telah mempresentasikan keterlibatan 13 dari 16 sub sektor ekonomi kreatif. Diantaranya, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi video, fotografi, koreo, kuliner, musik dan penerbitan, serta periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan keberadaan siaran televisi dan radio.
“Semua itu adalah tanggung jawab kami di Bekraf dan dilaksanakan dengan nyata di Kota Makassar lewat event ini,” ungkapnya.
Apalagi, kata Iriawan, pada penyelenggaraan pertama Makassar F8 di tahun 2016 lalu yang berlangsung selama tiga hari, perputaran atau transaksi uang tunai di lokasi kegiatan mencapai kurang lebih Rp5 miliar. Itu semua, lanjutnya, menyatunya sinergitas antara unsur akademi, komunitas, pelaku usaha dan pemerintah.
”Penyatuan sinergitas kokoh ini mempertontonkan kepada dunia, bahwa produk kreasi dan inovatif di kota ini memiliki daya saing dan keunggulan yang kas,” ucap Triawan.
Dengannya itu dia berharap keunggulan yang dimiliki kota yang merupakan pintu gerbang perekonomian Kawasan Timur Indonesia (KTI) nantinya dapat mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara meluas.
Olehnya itu, ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemkot Makassar atas terselenggaranya acara tersebut. “Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Sulsel, khususnya Pemkot Makassar yang menjadi inisiator terselenggara event spektakuler ini,” ujarnya. (Sule)










