INIPASTI.COM, MAKASSAR – Proyek Kereta Api Trans Sulawesi tahap pertama Makassar-Parepare kembali mendapat anggaran, dari Kementerian Perhubungan. Kucuran anggaran tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan Jalur Barru-Parepare di tahun 2017.
“Anggarannya tahun ini ada Rp 500 miliar, diselesaikan dulu tahapan 30 Km paling lambat 2018 selesai,”kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, usai bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (17/2/2017).
Budi menambahkan, anggaran ini akan bertambah lagi sampai tahun 2018 sekitar Rp 1 triliun untuk menyelesaikan yang ingin dicapai.
Ia menjelaskan, saat ini akan difokuskan dulu 30 Km sehingga dapat cepat digunakan. Setelah itu baru kemudian akan ditawarkan ke investor untuk pengembangan selanjutnya, nanti akan dilanjutkan ke Makassar.
“Untuk jalur Parepare-Makassar rencananya akan dikembangkan oleh investor. Makanya kami selesaikan dulu patokan kilometer tertentu untuk menarik investor, apalagi di sini ada pabrik semen, garongkong, dan potensi lainya. Jadi nanti akan jadi satu paket,”paparnya
Seperti diketahui,pengerjaan proyek Kereta Api Trans Sulawesi, tahap pertama Makassar-Parepare akan kembali dilanjutkan. Pada tahun 2016 lalu, progress pembangunan badan jalan sepanjang 16,1 Km dengan rel terpasang 14,8 Km sudah dirampungkan. Dari total keseluruhan sepanjang 145Km.
Selain badan jalan dan rel terpasang, pembangunan tiga jembatan dengan fly over dan underpass juga telah dikerjakan. Tahun ini akan dibebaskan lahan tahap ke II sebanyak 623 bidang dari 1.411 bidang yang akan dibebaskan untuk jalur Barru-Parepare
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul memastikan masalah pembebasan lahan ini tidak akan menganggu kelanjutan pengerjaan proyek kereta api trans sulawei.
Menurutnya, masalah lahan yang belum bebas tahap pertama saat ini masuk dalam konsinyasi di pengadilan, prosesnya ada dua nanti tetap melakukan kompromi atau incra.
“Ketika berbicara masalah tanah itu tidak bisa mulus-mulus terus. Di sana itu tidak ada ganti rugi, ketika pembayaran dilakukan maka mereka bisa langsung beli tanah lagi. Saya yakin di sana tak akan ada masalah,”ujarnya.










