INIPASTI.COM, MAKASSAR – Duta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Emily Falconer menemui Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Emily menemui Danny untuk membahas Sustainable Development Goal yang merupakan salah satu program PBB yang dikerjasamakan dengan AIESEC Makassar yang berkantor induk di Belanda. Pertemuan keduanya berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jalan Penghibur, Rabu, (15/2/2017).
Fokus program tersebut ada pada 3 bidang yaitu edukasi, lingkungan hidup, dan kesehatan. Di ASEAN hanya ada dua negara yang dipilih oleh PBB dan AIESEC untuk terlibat dalam program ini, yaitu Filipina dan Indonesia. Sementara di Indonesia, Kota Makassar menjadi satu – satunya kota yang terlibat pada program Sustainable Development Goal yang berfokus pada bidang kesehatan.
“Makassar dipilih karena dinilai pemerintahnya memiliki perhatian dan kepedulian terhadap pelayanan kesehatan warganya,” sebut Emily dalam bahasa Inggris.
Emily tiba di Makassar, Selasa, 14 Februari 2017, kemarin. Ia akan berada di Makassar hingga Sabtu, 18 Februari 2017. Selama 4 hari berada di Makassar, ia akan mengunjungi sejumlah tempat untuk menyaksikan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam meningkatkan derajat kesehatan warganya.
Sementara itu, Danny Pomanto menjelaskan kepada Emily terkait program Pemkot di bidang kesehatan. Ia mengatakan bahwa Pemkot Makassar memiliki program kesehatan yang telah dimulai sejak anak masih dalam kandungan. “Program Pemerintah Kota Makassar di bidang kesehatan dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Kami memiliki program pendampingan 1.000 hari pertama kelahiran,” papar Danny juga dalam bahasa Inggris.
Danny mengungkapkan bahwa Program tersebut dikerjasamakan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). Dimana, lanjutnya, setiap ibu yang mengandung, di awal kehamilannya hingga anak berusia 2 tahun mendapatkan pendampingan dari alumni kedokteran Unhas, dan dokter ahli.
Orang nomor satu di Kota Makassar ini menambahkan, Posyandu yang berada di setiap kelurahan juga aktif melakukan penimbangan bayi dan balita. Hal itu dilakukan, kata Danny, untuk mencegah terjadinya gizi buruk, dan melayani ibu-ibu peserta KB.
Selain itu, Danny juga menjelaskan bahwa Pemkot Makassar juga memiliki program Home Care (Dottoro ta’) yang melayani pemeriksaan kesehatan pasien di rumah secara gratis selama 24 jam. Cukup menghubungi call center 112, sebutnya, perawat dan dokter akan berkunjung ke rumah pasien.
Berbarengan dengan Homecare (Dottoro ta’), Pemkot Makassar juga mengembangkan Telemedicine, program kesehatan berbasis teknologi online. Program ini memungkinkan pemeriksaan jantung (EKG) dilakukan dari rumah pasien ataupun dari Puskesmas yang laporan medisnya dikirim langsung ke dokter ahli jantung melalui smart phone. Di akhir perbincangannya, Danny mengatakan bahwa pelayanan kesehatan darurat bagi warga Makassar yang bermukim di pulau-pulau terlayani dengan ambulans laut yang mulai dioperasikan tahun ini.










