Kesalahan Saat Berjemur yang Justru Melemahkan Imun

INIPASTI.COM, Sinar matahari sekarang banyak diburu masyarakat. Kenapa? Karena menurut banyak informasi yang didapatkan masyarakat, baik dari media, katanya berjemur dapat memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh dan jadi salah satu cara mencegah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Banyak masyarakat saat ini sengaja untuk berjemur mulai pada jam 10.00 di atas rumahnya masing-masing. Baik itu di tempat menjemur baju, bahkan ada yang nekat duduk-duduk menikmati sengatan matahari di atas genting.

Inline Ad

Menurut banyak masyarakat yang melakukannya, ini karena saran dari dokter, seperti yang dibacanya di media, atau video yang diterima di grup WA atau sharing sosial media lainnya, seperti Facebook, Instagram, hingga Twitter.

Apakah kita perlu mengikuti budaya berjemur ini, demi bisa Hadapi Corona? Sebelum kita ikut-ikutan baiknya mengetahui terlebih dahulu informasi mengenai sinar matahari. Karena sekarang ini banyaknya informasi-informasi yang tidak jelas dan menyesatkan yang ternyata bisa sangat merugikan kesehatan kita.

Berjemur di bawah sinar matahari adalah salah satu upaya menjaga imunitas. Selain menjaga pola makan dan hidup bersih, untuk menjaga imunitas bisa dilakukan dengan sejumlah cara.

Tubuh manusia memang memerlukan sinar matahari, keperluan itu tidak lain untuk membantu meningkatkan produksi vitamin di dalam tubuh. Sinar matahari ini menjadi sumber utama vitamin D alami, dan hanya sedikit yang berasal dari makanan. Vitamin D ini punyak efek imunomodulator yang bisa memperbaiki sistem imun tubuh.Sistem imun ini dapat menjadi pertahanan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Pasalnya, tubuh yang kekurangan vitamin D dapat menghambat pertumbuhan imun dan rentan terinfeksi virus maupun bakteri.

Baca Juga:  Intelijen AS: Laporan Publik Tiongkok Covid-19 Tidak Lengkap

Pembagian sinar matahari dari jam ke jam, dan manfaatnya bagi manusia

Menurut dokter Dr Handrawan Nadesul, dalam postingan di akun Facebook Pribadinya, ada 3 jenis ultraviolet (UV) yang diberikan matahari kepada alam; UVA, UVB dan UVC.

Untuk UVC lupakan, pasalnya sinar tersebut tidak menyentuh kita di bumi. Jadi sinar matahari yang sampai ke bumi kita tercinta ini hanya UVA dan UVB.

Asal tahu saja, UVA dan UVB itu sejatinya sama-sama bisa berpengaruh buruk terhadap tubuh, khususnya kulit. Akan tetapi dibalik keburukannya, UVA dan UVB mempunyai manfaat bagi manusia. Dengan catatan kita tahu ilmunya, alias tahu kapan dan bagaimana cara memanfatkannya.

Adapun UVA panjang gelombang melebihi UVB, yang menembus lapisan kulit dalam (dermis) dan bisa merusak sel-sel kulit. Sinar UVA mampu menembus kain dan juga kaca. Efek dari sinar UVA adalah kulit menjadi kusam dan mempercepat penuaan dini pada kulit seperti timbulnya garis-garis halus, noda hitam dan tekstur yang kasar

UVB hanya sampai lapisan atas epidermis, maka lebih kurang merusak kulit namun siapa sangka UVB adalah sinar yang paling besar pengaruhnya dalam menimbulkan kanker kulit. Pernah merasa kulit langsung terlihat memerah atau gosong sesaat setelah terpapar sinar matahari? Itu adalah akibat paparan sinar UVB ke kulit. Sinar UVB juga semakin kuat seiring cuaca yang semakin panas atau teriknya matahari. Karena itu sebaiknya berjemur di jam 10.00 saja dan hindari berjemur di jam 11.00 hingga 14.00.

Baca Juga:  Ini Alat Akurat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Selain membuat kulit cepat menua, lekas keriput, dan risiko kanker kulit, terpapar sinar matahari terlalu lama dapat melemahkan sistem imun (Immune system suppression).

Jadi, kapan waktu yang tepat untuk mulai berburu sinar matahari?

WHO menganjurkan kita cukup berjemur 5-15 menit; bagian tangan, lengan, dan wajah terpapar matahari pukul 10.00-15.00 (cerah, di equator). Berejemurnya pun cukup seminggu 3 kali untuk memperoleh manfaatnya.

Setelah mengetahui waktu berjemur yang baik jam berapa, kita perlu melakukan beberapa tips berjemur di bawah sinar matahari yang nyaman dan aman berikut ini:
– Gunakan lotion kulit pelindung sinar matahari yang mengandung minimal SPF 30 atau di atasnya pada permukaan kulit wajah (hindari area mata) dan tubuh (terutama tangan dan kaki).
– Oleskan lotion SPF antara 15 menit sebelum berjemur di bawah sinar matahari. Hal ini dilakukan agar tersedia cukup waktu untuk kulit menyerap lotion sehingga dapat bekerja secara efektif.
– Sebaiknya cari tempat yang baik dan nyaman agar Anda bisa menggunakan pakaian yang tidak terlalu tertutup sehingga sinar matahari langsung mengenai kulit.
– Saat berjemur di bawah sinar matahari, Anda tidak harus berdiam diri. Lakukanlah aktivitas lain, seperti jalan santai, duduk atau membaca buku di area terbuka, menyiram bunga, berkebun, mencuci kendaraan, menyapu halaman rumah, dan lain sebagainya.
– Cukupi asupan air putih apabila Anda menghabiskan waktu yang cukup lama di bawah sinar matahari.
– Beristirahatlah atau menyudahi berjemur jika kulit mulai terasa panas.

Baca Juga:  Spanyol Minta Bantuan NATO untuk Atasi Pandemi COVID-19

Berjemur di bawah sinar matahari memang dapat memberikan berbagai manfaat yang baik bagi tubuh.
Akan tetapi, Anda perlu mengetahui waktu berjemur yang baik jam berapa dan tips melakukannya dengan aman sehingga manfaat berjemur di bawah sinar matahari didapatkan secara optimal. (eq)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.