INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa (UE) telah menyepakati Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang bisa berdampak pada peluang pasar ekspor komoditi unggulan di Sulawesi Selatan, namun tentunya harus melihat potensi pasar di sana, hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman.
Jufri Rahman menjelaskan, untuk menangkap peluang pasar ekspor dengan negara tujuan di Uni Eropa yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah melihat komoditas yang dibutuhkan di sana.
“Harus dilihat dulu, komoditas apa yang dibutuhkan oleh Eropa,kemudian melihat potensi pasar, bisakah itu dihasilkan di Sulawesi Selatan. Kalau bisa, kami akan fokus ke situ,biar mereka yang jadi pasarnya, jadi ada off taker”kata Jufri Rahman Sabtu (4/10)
Menurutnya, selama ini menjadi perrsoalan untuk pasar ekspor Sulsel, adalah setelah merilis suatu komoditas, begitu panen, harganya jatuh. “Akibat dari itu,akhirnya kadang mereka protes, kami suruh tanam ternyata tidak ada pembelinya, sekarang kalau di Eropa ada pasarnya, mereka jadi offtaker , kami akan bikin,” ujar Jufri Rahman.
Terkait masalah komunikasi , antara eksportir ke negara tujuan, Ia menyatakan untuk membuka peluang tersebut harusnya yang dilaksanakan Business to Business (BtoB), “Sebaik-baiknya bisnis itu dilakukan B2B. Business to business. Karena mereka tahu apa prasyaratnya, kalau G2G, government to government, panjang. Persoalannya itu persoalan formalitas administratif yang difokuskan. Kalau B2B, straight to department. Langsung ke pasar apa yang dibutuhkan,” ungkapnya
Untuk itu, Jufri menyatakan jika ingin mengembangkan bisnis, sebaiknya dilakukan oleh para pebisnis sendiri. Jangan terlalu banyak pemerintah campur tangan.(In)










