INIPASTI.COM, JAKARTA, – Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh meminta semua elite politik dewasa dalam menghadapi tahun politik 2019 nanti. Ia berharap kubu pasangan calon presiden-calon wakil presiden, tidak melontarkan pernyataan yang bisa memanaskan tensi politik.
“Memang itu yang kita harapkan semuanya (bisa menahan diri),” kata Surya.
Surya Paloh menyebut demokrasi bukan alasan setiap pihak bebas mengemukakan pendapatnya, kemudian memecah belah. Demokrasi tetap menjunjung tinggi sikap kesantunan dan moralitas.
“Sistem aplikasi demokrasi yang bebas tetap pada satu komitmen moralitas kita,” ucap dia.
Ia berpesan, pada pesta demokrasi lima tahunan meski berbeda-beda pilihan, persatuan dan kesatuan tetap harus dijaga. Perbedaan politik hanya lima tahun sekali. Selebihnya tetap bersatu dalam kehidupan sehari-hari.
“Pilpres enggak setiap hari dan pileg enggak setiap hari, lima tahun sekali. Tetapi, kita berada di negeri ini setiap hari sebagai saudara. Itu opini saya ya,” ujarnya.
Surya juga menyinggung soal ekspresi spontanitas yang dilontarkan Jokowi, yakni politisi sontoloyo. Menurutnya, pernyataan Jokowi merupakan ekspresi spontanitas dari seorang Presiden yang kerap mendapatkan ujaran kebencian dari lawan politik.
“Wajar sekali, saya pikir enggak ada yang salah ya. Bung Karno juga (pernah) menyebutkan istilah sontoloyo itu,” ujar Surya.
Menurut dia, Jokowi tetap-lah seorang manusia biasa meski berstatus seorang Presiden. Surya juga mengapresiasi Jokowi dengan kerendahan hatinya yang tetap sabar saat mendapatkan fitnah dan ujaran kebencian yang ditujukan kepadanya.
(**)










