Cerita Sebelumnya
INIPASTI.COM – Begitu masuk pekarangan rumah keluarga Yu yang sedang berkabung terdengar ia bernyanyi-nyanyi diseling suara terkekeh-kekeh.
Lain tamu, setelah berhadapan dengan meja sembahyang dan peti mati lantas menyalakan hio dan bersembahyang sebagai penghormatan terakhir, namun tosu ini malah berdiri memandang peti mati dengan matanya yang sipit berkedip-kedip. Kemudian terdengar suara tertawanya bergelak.
”Ha-ha-ha, Yu-loheng (kakak tua Yu). Kau benar-benar enak sekali pergi menuju kebebasan derita hidup. Tinggalkan julukan yang kosong melompong, terbebas urusan dunia yang serba palsu. Yu- loheng di waktu hidup berjuluk Dewa Pedang. Ha, ha, ha, bukankah itu nama kosong belaka? Kalau dewa tentunya tidak mengenal mati – hidup, dan pedangmu ….. ha-ha ..ha, mana pedangmu? Biarpun masih ada, tak ada gunanya lagi. Kau senang Yu-loheng sayangnya sebelum pergi tidak pamit lebih dahulu kepadaku.”
Anak cucu kakek Yu memandang tosu itu dengan muka membayangkan kemarahan. Kakek yang mereka hormati telah meninggal, janazahnya masih berada di dalam. Bagaimana sekarang tosu ini berani terang-terangan menghina dengan kata-kata aneh ? Hanya Yu Lee yang tidak merasa heran bahkan tangisnya makin menjadi. Ia seolah-olah membayangkan bahwa tosu itu bercakap-cakap dengan kakeknya, seolah-olah mendengar suara dan ketawa kakeknya. Akan tetapi, kalau ia memandang peti mati, teringatlah ia bahwa kakeknya yang tercinta telah meninggalkannya.
“Hai bocah! Kau tentunya cucu Yu-loheng. Kenapa menangis? Bocah cengeng kau! Masa dengan terbebas dari hukuman kau sambut dengan tangis? Bodoh ! Cengeng!” Tosu itu mendelik memarahi Yu Lee kemudian memukul-mukulkan tongkat di atas lantai dan bersenandung. Yang ia nyanyikan sama sekali bukan doa untuk yang mati, dan lagunya malah bernada gembira.
Manusia hidup lunak dan lemas,
kalau mati menjadi kaku dan keras.
Segala mahluk dan tanaman hidup
lunak dan lemas,
kalau mati menjadi kering dan getas
(mudah patah)
Kaku dan keras adalah kematian,
lunak dan lemas adalah teman kehidupan.
(Bersambung)










