INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri, terkait kinerjanya dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD), dianggap mampu memaksimalkan potensi yang ada.
Hal ini diungkapkan oleh Staf Ahli Mendagri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Reydonizard Moenek saat menghadiri, Musyawarah rencana pembangunan (musrembang) Provinsi Sulsel, di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (28/3/2018)
“Selama lima tahun terakhir, PAD Sulsel mengalami peningkatan. Ini membuktikan sumber potensi yang ada bisa Di maksimalkan,” katanya.
Dari data yang ada, PAD Sulsel terus mengalami kenaikan, mulai dari tahun 2014 Rp3,107 triliun, 2015 Rp3,38 triliun, 2016 Rp3,511 triliun, 2017 Rp3,724 triliun dan tahun 2018 ini diprediksi mencapai Rp3,917. triliun
Mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri juga meminta belanja lebih dioptimalkan terutama belanja modal. “Harusnya dapat berimbang ke sektor belanja. Soal potensi masih banyak yang bisa digali seperti pajak kendaraan alat berat,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bapenda Sulsel Tautoto Tanaranggina menjelaskan agar dapat memaksimalkan potensi PAD yang ada pihaknya terus melakukan inovasi. Mulai dari memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi untuk memungut pajak.
“Berbagai macam inovasi telah dilakukan, pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) nontunai melalui ATM dan kartu debit menggunakan EDC,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyebutkan pembayaran non tunai juga merupakan terobosan lain dari Bapenda Sulsel juga ada samsat keliling, samsat delivery, pelayanan e-samsat di Bank Sulselbar, info pajak via sms dan twitter, penagihan door to door, dan masih banyak lagi.
(Iin Nurfahraeni)










