INIPASTI.COM, Muslim minoritas di Uighur China menjadi sorotan dunia. Beberapa hari lalu, sekumpulan dokumen pemerintah China bocor yang mengungkapkan tindakan keras terhadap warga Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang Barat.
Dokumen-dokumen tersebut dibeberkan oleh anggota partai politik China.
Selain itu, Pakar dan aktivis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan setidaknya 1 juta etnis Uigur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.
Namun, Pihak Beijing membantah melakukan tidak kekerasan terhadap warga Uighur atau lainnya di Xinjiang.
Mereka mengatakan, China rutin melakukan pelatihan kejuruan untuk membantu memberantas ekstremisme dan separatisme Islam. Mereka juga mengajarkan keterampilan baru.
Situasi di warga muslim Uighur mendorong pemain bola Mesut Ozil angkat bicara. Ozil memuat postingan terkait kisah pilu Muslim Uighur, yang ia sebut Turkistan Timur.
Postingan tersebut membuat China tersinggung, bukan hanya pada Ozil tapi pada Arsenal.
Respon warga China , Minggu (15/12/2019), laga Arsenal lawan Manchester City batal tayang di CCTV China.
“Ozil telah menghancurkan citranya dihadapan penggemar China dan ini akan berdampak serius pada Arsenal,” tegas media yang didukung Partai Komunis itu sebagai mana dikutip AFP, Senin (16/12/2019).
Rekasi pemerintah China dengan postingan Ozil membuat situasi serius. Kementerian Geng Shuang China membuka ruang Ozil berkunjung Xinjiang.
Jika Tuan Ozil memiliki kesempatan, kami akan senang melihatnya pergi ke Xinjiang dan melihat-lihat,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang dikutip dari AFP.
Klarifikasi klub Arsenal enggan mengomentari hal ini. Tapi dalam akun Weibo-nya, akhir pekan lalu klub ini sempat berujar hal tersebut pendapat pribadi Ozil dan tak ada kaitannya dengan klub.
Berikut isi cuitan Mesut Ozil di akun media sosialnya.

Wahai Turkistan Timur…
Luka berdarah umat…
Komunitas Mujahid dan Mujahidin yang menentang penganiayaan…
Orang-orang beriman yang berperang melawan mereka yang memaksa meninggalkan Islam…
Alquran sedang dibakar…
Madrasah dilarang …
Sarjana agama dibunuh satu per satu …
Saudara-saudara dipaksa masuk ke kamp. Sebagai gantinya, pria China ditempatkan di keluarga mereka …
Perempuan dipaksa menikah dengan pria Zink …
Terlepas dari semua ini…
Umat Muhammad tidak bisa berkata-kata …
Suaranya tidak terdengar …
Muslim tidak dapat mengklaim…
Tidak tahu bahwa kekejaman Riza adalah kekejaman …
Hazrat Ali berkata:
“Jika anda tidak bisa menghentikan penganiayaan, beritahu dia!”
Bahkan di media dan negara Barat, ini telah menjadi agenda selama berbulan-bulan dan berminggu-minggu.
Tidakkah mereka tahu bahwa diamnya saudara-saudari Muslim agar tidak disiksa oleh para penindas yang akan diingat oleh saudara-saudari kita di masa-masa pahit ini.
Ya Rabi, bantu saudara dan saudari kami di Turkistan Timur
Tentu saja, Allah adalah sang Maha Baik
#TheGoodestFridayEastTurkey
Mesut Ozil
(Dhirga Erlangga/Penulis)










