INIPASTI.COM, TAKALAR – Umumnya jemaah haji yang tiba di tanah air merasakan kebahagiaan yang tak terkira. Betapa tidak, setelah meninggalkan sanak saudara selama kurang lebih 42 hari lamanya, mereka kembali bisa berkumpul dengan keluarga yang tercinta. Berbagi kasih dan kisah tentang perjalanan ibadah haji yang telah dilalui.
Namun kebahagiaan itu hampir tak terlihat di wajah Rahmawati Muslimin (41). Saat tiba di Asrama Haji Sudiang pada Sabtu 8 September 2018 kemarin, jemaah haji asal Kabupaten Takalar ini tampak murung. Air mukanya tampak jelas menggambarkan sebuah kesedihan mendalam.
Ketika keluarga dan kerabat datang menjemputnya, tangisnya pun tak terbendung. Rupanya, 5 hari sebelum ia kembali ke tanah air, ayah yang ia sangat cintai meninggal dunia. Sosok lelaki yang telah membesarkannya menghembuskan nafas terakhir pada 4 September lalu.
“Kenapa bapak saya tidak tunggu saya pulang,” sesalnya sambil menyeka air mata yang tak terbendung lagi, mengalir deras membasahi pipinya.
Penyesalan bukan menyesalkan takdir Allah SWT. Ia hanya berharap bisa melihat sang ayah untuk terakhir kalinya. Namun, harapan itu hanya tinggal harapan. Kini hanya batu nisan bertuliskan nama Muslimin yang ia temui di pemakaman umum di tanah kelahirannya, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut) Kabupaten Takalar.
Hari itu juga, setibanya di tanah air, ia langsung berziarah ke makam sang ayah. Tangisnya pecah saat berada tepat di atas tumpukan tanah yang telah menimbun sosok lelaki yang selama 41 tahun membesarkannya itu.
Kini hanya doa yang bisa ia persembahkan untuk sang ayah. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Sang Maha Kuasa. (Sule)










