INIPASTI.COM, SUDIANG – Kesedihan begitu jelas terlukis di wajah Sitti Maryam Habang (66). Kulit wajahnya yang sudah mulai keriput, menambah rasa iba setiap orang yang melihat kesedihannya saat tiba dari tanah suci. Melangkah turun dari bus yang mengangkutnya dari Bandara Hasanuddin ke dalam Asrama Haji Sudiang juga tampak tidak dibarengi semangat.
Betapa tidak, saat berangkat ke menunaikan ibadah haji pada bulan Juli lalu. Ia bahagia karena berangkat bersama adik dan sepupunya. Namun, ketika pulang ke tanah air, sang adik Sitti Atika Habang (64) tidak ikut serta dalam rombongan Kloter 5 Debarkasi Makassar, yang tiba di tanah air pada 31 Agustus lalu.

“Bukannya kami tega meninggalkan saudara kami, tapi kami hanya ikut peraturan. Kami tidak diizinkan untuk mendampingi beliau yang saat ini masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi,” tukasnya dengan mata berkaca-kaca.
Sejak di bandara internasional King Abdul Aziz Jeddah, ia mengaku selalu memikirkan sang adik. Jemaah haji asal Kabupaten Barru ini mengungkapkan bahwa dirinya hanya sekali mendapatkan kesempatan menjenguk adiknya itu di rumah sakit An-Noer Mekkah.

Meski demikian, segala sesuatunya telah ia serahkan kepada Allah SWT. “Kami tentu sedih tapi dari pihak keluarga kami sudah ikhlaskan kalau memang meninggal di sana Karena sudah 4 hari belum sadar. Tapi kalau sembuh, syukur Alhamdulillah. Kami sekeluarga cuma bisa berdoa, Allah yang berkendak,” tutupnya. (Sule)










