INIPASTI.COM, SUDIANG – Jejeran bus yang membawa jemaah haji Kloter 19 Debarkasi Makassar satu persatu memasuki Asrama Haji Sudiang. Berangsur-angsur jemaah haji pun menuruni bus untuk mengisi penerimaan kembali jemaah haji oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar, di aula 3 Asrama Haji Sudiang, Kamis, (13/9/2018).
Namun tampak dari 447 jemaah haji ini, ada beberapa orang yang tak mampu melangkahkan kakinya dengan sempurna. Mereka pun terpaksa harus digendong dan dibopong oleh petugas haji. Salah satunya adalah jemaah haji asal Kabupaten Luwu, Edy Basuki Bin Wiryo Harjono (59).
Edy yang didampingi oleh sang Istri, Agustina Duma (60) memang telah terkena stroke sejak setahun sebelum berangkat ibadah haji. Namun, menurut kesaksian sang istri, segala rangkaian rukun wajib ibadah haji telah dilalui dengan baik. Meskipun, kata dia, beberapa rukun haji diwakilkan olehnya.
“Kalau Tawaf itu kami sewa orang untuk dorong kursi roda bapak. Kalau lempar jumrohnya saya yang wakilkan,” ujar Agustina Duma.
Selain Edy, terlihat 3-4 orang yang juga harus digendong oleh petugas haji. Mereka yang sudah berusia lanjut memang tampak kelelahan setelah 42 hari menjalankan rukun Islam yang kelima ini.

Diketahui, 447 jemaah haji Kloter 19 Debarkasi Makassar ini berasal dari 4 daerah. 264 jemaah haji Luwu, 157 jemaah haji Papua, 24 jemaah haji Makassar, dan 2 jemaah haji Maluku Utara. Mereka didampingi oleh 5 orang petugas kloter.
Jumlah tersebut kurang dari jumlah saat Kloter 19 ini berangkat. Di mana 2 jemaah haji asal Kabupaten Luwu masih harus tinggal di tanah suci. Mereka adalah Jaliah Laongge Tarenre dan Hamsa Murni Mangung. Keduanya masih harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Arab Saudi. (Sule)










