INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Bus jemaah haji Kloter 4 Debarkasi Makassar memasuki Asrama Haji Sudiang sekira pukul 18.05 WITA. Pesawat dengan nomor penerbangan GIA1302 yang membawa rombongan jemaah haji dari tanah suci ini mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 17.20 WITA, Kamis, (30/8/2018).
Ratusan jemaah haji kemudian melakukan rangkaian penerimaan dan pelepasan kembali oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Debarkasi Makassar. Sekretaris PPIH Debarkasi Makassar, Kaswad Sartono yang menerima dan menyerahkan jemaah haji ini pun meminta kesediaan jemaah untuk membacakan Alfatihah kepada Almarhumah Jawariah Sanusi Lawaru (76).
“Mari kita bacakan Ummul Qur’an kepada saudara kita Jawariah Sanusi Lawaru yang meninggal dunia tadi di atas pesawat,” serunya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jawariah Sanusi Lawaru adalah jemaah haji asal Kabupaten Sidrap. Dia meninggal di atas pesawat saat perjalanan menuju tanah air. (Baca selengkapnya : Menuju Tanah Air, Satu Jemaah Haji Meninggal Dunia di Atas Pesawat)

Sementara itu, satu jemaah lainnya juga telah diberitakan kabar meninggalnya pada bulan lalu. Jemaah asal Kota Makassar atas nama Zainal Abidin Yusuf (60) tahun, meninggal di Kota Mekkah pada tanggal 29 Juli 2018 lalu. (Baca selengkapnya : Innalilah, JCH Embarkasi Makassar Wafat di RS Arab Saudi, Total 17 Orang)
Seat kosong dari Zainal Abidin Yusuf ini di isi oleh Nurliah Abdul Madjid. Sehingga Jemaah haji kloter 4 ini kembali ke jumlah yang utuh, yakni 450 ditambah 5 petugas Kloter termasuk Almarhumah Jawariah Sanusi Lawaru.
450 JCH tersebut terdiri dari 179 jemaah haji Kota Makassar, 268 asal Kabupaten Sidrap, satu jemaah haji Papua Barat dan dua jemaah haji asal Sulawesi Barat. Setelah mengikuti seremonial penerimaan dan pelepasan oleh PPIH Debarkasi Makassar, jemaah haji ini kemudian kembali ke daerah masing-masing.
Untuk jemaah haji Makassar, dijemput oleh keluarga masing-masing dengan menggunakan mobil pribadi. Sedangkan jemaah haji Sidrap menaiki bus yang disediakan oleh pemerintah daerah.
Terkecuali jenazah Almarhumah Jawariah Sanusi Lawaru yang diantar dengan menggunakan ambulans dan didampingi oleh keluarga yang datang menjemput dari tempat asalnya.(Sule).










