INIPASTI.COM, GOWA – Sekretaris Camat (Sekcam) Bontomarannu Iis Nurismi yang juga pemilik kolam air putih mirip susu di Lingkungan Cambaya, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu ini mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi air tersebut. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Iis Nurismi menyebutkan bahwa air berwarna putih yang keluar dari sumur bor miliknya tersebut hingga saat ini belum diketahui kandungannya. Ia mengaku saat ini air tersebut masih dalam tahap pemeriksaan di laboratorium.
“Saya sudah buat imbauan di situ bahwa air tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, diharapkan untuk tidak dikonsumsi. Itu sampai sekarang kita masih cari dan lagi tunggu hasilnya dari lab Succofindo dan tadi juga orang dari Dinas Kesehatan ambil sampelnya,” ungkapnya.
Untuk hasil pemeriksaannya, Succofindo akan memeriksa mineral serta kandungan kapurnya dan diperkirakan hasilnya akan keluar tanggal 6 sampai 10 Maret mendatang. Sementara untuk hasil laboratorium Dinas Kesehatan diperkirakan akan keluar tiga minggu atau satu minggu ke depan.
“Tadi kita ukur PH-nya, PH-nya mirip-mirip air, memang tidak sama persis tapi hampir seperti air biasa dan airnya tidak berbau ataupun rasanya,” ujarnya.
Dijelaskannya bahwa kemunculan air berwarna putih tersebut berawal saat hendak melakukan pengeboran sumur di lahan miliknya sekitar satu bulan lalu. Sumur bor ini nantinya akan digunakan untuk menyiram tanaman bunga dan membantu masyarakat sekitar yang kadang kesulitan air saat musim kemarau datang.
“Sebenarnya itu sudah sebulan lebih, tapi biasa kalau kita bikin sumur bor baru, itu kadang satu atau dua hari saja atau seminggu, tapi kita tunggu-tungggu airnya jernih, masih tetap seperti itu sampai sekarang. Di kedalaman 28 meter belum (putih,red), dia seperti air biasa tapi sedikit airnya. Jadi karena kurang airnya ditambah lagi dalamnya baru putih di kedalaman 80 meter,” jelasnya.
Usai viral beberapa hari ini, Iis Nurismi menyebutkan, hingga saat ini sumur bor miliknya yang berlokasi di Lingkungan Cambaya, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu tersebut terus didatangi pengunjung bahkan dari luar Kabupaten Gowa.
“Saya juga kaget kenapa bisa viral begitu. Kalau untuk banyak datang, saya pribadi sangat kaget kenapa bisa viral begitu. Jadi mungkin banyak orang penasaran. Sebenarnya kalau mau datang kita juga tidak bisa halangi karena banyak orang dari jauh,” tambahnya.
Namun, ia mengungkapkan bahwa jika hasil laboratorium keluar dan air tersebut tidak berbahaya, ke depan ia berencana akan memanfaatkan tempat tersebut sebagai tempat wisata.
“Saat ini masih banyak yang datang, kadang kita anjurkan jangan mandi tapi kita hanya bisa mengimbau karena banyak orang berdatangan dari kabupaten lain. Insya Allah kalau ada potensi wisata, tentunya itu bisa menambah pendapatan masyarakat. Bahkan sekarang saja yang kondisinya seperti ini ada 30 lebih KK yang menjual di sana,” katanya.(rls)










