INIPASTI.COM, JAKARTA- Trending di YouTube lagu islami ini. Tercatat, hingga saat ini lebih dari 10 konten YouTube berisi “Aisyah Istri Rasulullah” mendominasi halaman trending. Enam jadi trending di YouTube.
Banyak sekali musisi Indonesia yang berlomba-lomba meng-cover lagu Aisyah Istri Rasulullah.
Lirik lagu yang semula diciptakan oleh Mr. Bie asal Malaysia ini mengisahkan bagaimana Nabi Muhammad SAW memperlakukan sang istri Aisyah semasa hidup. Seperti diketahui, Aisyah adalah salah satu istri yang paling dicintai Nabi.
Berikut lirik lagu:
Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia aisyah putri abu bakar
Istri rasullallah
Sungguh sweet nabi mencintamu
Hingga nabi minum di bekas bibirmu
Bila dia marah, nabi kan bermanja
Mencubit hidungnya
Aisyah…
Romantisnya cintamu dengan nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama hingga ujung nyawa
Kau disamping rasullallah…
Aisyah…
Sungguh manis oh sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta Ya aisyah, ya Humairah…
Rasul sayang, kasih, rasul cintamu
Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia aisyah putri abu bakar
Istri rasullallah
Sungguh sweet nabi mencintamu
Bila lelah nabi baring dijilbabmu
Seketika kau pula bermanja
Mengikat rambutnya
Aisyah…
Romantisnya cintamu dengan nabi
Dengan baginda kau pernah lari-lari
Selalu bersama hingga ujung nyawa
Kau disamping rasullallah…
Aisyah…
Sungguh manis oh sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta Ya aisyah, ya Humairah…
Rasul sayang, kasih, rasul cintamu
Namun, dalam sebuah forum majelis, Buya Yahya mendapat pertanyaan dari salah satu jamaah soal lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah yang saat ini tengah viral.
Dia (jamaah) mempertanyakan soal penyebutan Aisyah dalam lagu itu yang tanpa dibarengi sebutan Sayyidah sebagai bentuk penghormatan kepada ummul mukminin tersebut.
Di sisi lain, dalam lagu yang menceritakan keromantisan dan kesetiaan antara Nabi dan Aisyah itu, dijelaskan pula ciri-ciri fisik Aisyah. Jadi pertanyaannya, apakah hal itu pantas dan sopan?
“Dan bagaimana dengan anak-anak muda yang menyukai lagu tersebut hingga memperagakan seperti apa yang ada dalam lagu tersebut?” tanya jamaah tersebut.
Mengenai lagu Aisyah Istri Rasulullah, sebaiknya kita berhusnudzan bahwa siapa pun yang menciptakan lagu tersebut, dan yang ikut menyebarkannya adalah mereka yang bermaksud menyebarkan rasa cinta terhadap Sayyidah Aisyah r.a.. Jika memang begitu niatnya, semoga kembali sesuai dengan apa yang diniatkannya.
Dikutip dari potlot.id ada pun bilamana terdapat beberapa lirik yang tidak pantas disandingkan dengan Sayyidah Aisyah, mari kita perbaiki sama-sama tanpa menghujat.
Perlu kita ingat, bahwa istri-istri Rasulullah Saw. adalah ibunda kita, yang wajib kita cintai, hormati, dan jaga kemuliaannya. Jika ada bayangan tentang istri-istri Rasulullah, baiknya kita tepis dan ingatkan pada diri kita, bahwa mereka adalah ibunda kita.
Mengenai kata humaira, dalam bahasa arab humaira ditujukan untuk penyebutan warna kulit yang bukan hitam, bukan pula putih. Karena penyebutan kulit putih (abyad) dalam bahasa arab lebih terkesan putih belang. Jadi humaira adalah sebutan untuk orang yang berkulit bukan hitam, bukan pula putih.
Ada pun panggilan Nabi terhadap Sayyidah Aisyah dengan Humaira, memang benar adanya. Namun, cukup Nabi saja yang tahu makna sebenarnya tentang penyebutan humaira terhadap Sayyidah Aisyah. Tidak perlu kita menafsirkan begini dan begitu.
Lalu, Buya Yahya sendiri membacakan lirik lagu tersebut untuk kita benahi lirik yang tidak pantas ditujukan terhadap Sayyidah Aisyah.
Lirik pertama, mulia indah …. (Buya tidak menyebutkan kata tersebut.) berseri. Bisa kita ganti dengan apa, tidak usah memakai kata tersebut. Boleh dengan wajah berseri. Jadi, mulia indah wajah berseri.
Lalu, ketika di bagian lirik kedua, Buya tidak sanggup membacanya. Karena ke-wara’-an beliau, Buya bilang tidak bisa membaca hal yang seperti itu. Bisa kita ganti dengan cerdas, atau apa. Jangan memakai lirik yang itu.
Dan di bagian lirik “hingga Nabi minum di bekas ….” Bisa diganti dengan, ” hingga Nabi minum di bekas gelasmu.”
Dan, “bila dia marah Nabi kan bermanja mencuit ….” bisa diganti dengan, “bila dia marah, Nabi kan bermanja menghibur dirinya/hatinya.”
Begitulah kira-kira pendapat Ulama wara’ seperti Buya Yahya. Buya tidak menafikan bahwa lagu tersebut bagus dan bisa membuat kita lebih mencintai Sayyidah Aisyah, namun Buya juga setuju bahwa dalam lagu tersebut terdapat beberapa lirik yang tidak pantas disandingkan terhadap wanita mulia seperti Sayyidah Aisyah r.a.
Dan tentang anak-anak muda yang memperagakan Sayyidah Aisyah dalam video klip, seolah beliau begini dan begitu. Maka kita berhusnudzon bahwa maksud mereka baik, hanya saja mereka tidak tahu bahwa hal tersebut tidak pantas dilakukan.
Ustaz Maher At-Thuwailibi juga mengomentari lagu Aisyah Istri Rasulullah yang viral dan dianggap kontroversi oleh sebagian kalangan Islam. Lagu itu baginya tak ada masalah tapi ada kekurangannya.
Penceramah agama asal Medan, Sumatera Utara itu mengaku mendapatkan pertanyaan dari jemaah terutama jemaah kawula muda soal kelaikan lirik lagu tersebut.
Setelah menyelidiki, mengamati dan membaca lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah itu, Ustaz Maher meyakini lagu dan lirik tersebut tak ada masalah.
“No problem, nggak ada masalah dengan syariat. Lagu itu menceritakan fisik Aisyah yang kulitnya putih, pipinya kemerah-merahan. Memang begitu riwayatnya, hadisnya memang begitu, bahwa Aisyah itu cantik, kulitnya putih, pipinya kemerah-merahan, sampai Rasulullah menjuluki Asiyah dengan ya Humairah, wahai si pipi kemerah-kemerahan,” ujar Ustaz Maher di akun media sosial Twitternya dikutip Selasa 7 April 2020.










