KPU Makassar Pastikan Anggaran Pilwalkot Naik

INIPASTI.COM, MAKASSAR — Ketua KPU Makassar Farid Wajdin memastikan anggaran Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 naik. Hal itu berdasarkan draft Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang saat ini sementara disusun, Senin(24/06/2019)

“Ya tentu (naik) kan yang lalu Rp60 miliar (untuk Pilwalkot). Kemudian berbagi dengan Pilgub Sulsel, ada sekitar Rp15 M dari KPU Provinsi. Jadi, kemungkinan naik menjadi Rp75 M. Asumsi lainnya menjadi Rp80 sampai Rp90 miliar,” ungkapnya.

Menurut Farid angka-angka tersebut masih bersifat asumsi saja berdasarkan draft RKA yang belum final. Draft itu kata dia masih akan dibahas bersama komisioner usai lebaran Idul Fitri.

“Setelah fiks di KPU Makassar, barulah diajukan ke Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb. Kemungkinan habis lebaran baru rapat di internal habis itu kita fikskan, kemudian menghadap pak wali untuk diskusi apa,” jelasnya.

Baca Juga:  Barang di KPU Makassar Ditarik PT Airmas Pantero Teknologi

Dasar penentuan anggaran dalam RKA, lanjut Farid mengacu pada besaran. Satuan harga yang akan tanggung KPU selama pelaksanaan Pilwalkot 2020 mendatang. Mulai dari surat suara, Alat Peraga Kampanye (APK), iklan kampanye, debat, hingga item lain yang ditanggung KPU.

Penyusunan RKA itu juga mengasumsikan 10 pasangan calon yang maju pada Pilwalkot nanti. Asumsi ini, berdasarkan pengalaman Pilwalkot 2013 lalu yang diikuti 10 pasangan calon.

“Baru kita hitung berdasarkan acuan yang lalu. Kita lagi hitung satuan harganya berapa, untuk masing-masing biaya itu, kemudian kita masih perlu menegaskan basis data pemilihnya seperti apa. Karena, kan logistik pengalihnya itu data pemilih. Itu yang harus difikskan. Itu yang kita koordinasikan dengan catatan sipil. Asumsi Calon, maksimalkan jumlah Calon yang mungkin mencalonkan. Kan pernah 10, jadi itu dasarnya,” terangnya.

Baca Juga:  Ini Komisioner Baru KPU 7 Daerah di Sulsel

Farid menegaskan jika pihaknya sama sekali tidak dikejar target untuk merampungkan RKA secepatnya. Apalagi, sampai saat ini memang, petunjuk teknis (Juknis) belum turun. “Belum ada juknisnya, belum ada target, tapi kita antisipasi lebih awal, biar matang,” tutupnya.

(Resti Setiawati)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.