INIPASTI.COM, MAKASSAR – Presiden RI Joko Widodo telah meminta kepada perbankan agar dapat mengeluarkan produk finansial baru yaitu kredit pendidikan atau student loam.
Usulan adanya kredit pendidikan, lantaran masih banyaknya pelajar tingkat SMA/SMK yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi disebabkan terbentur anggaran yang cukup besar. Selain tentunya untuk peningkatan Sumber Daya Manusia.
Jokowi pun mengaku, heran karena perbankan Indonesia tak memiliki produk kredit pendidikan.Padahal, di Amerika Serikat kredit pendidikan atau realisasi telah melampaui total outstanding pinjaman kartu kredit.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo menyambut baik usulan yang dikeluarkan oleh mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.
Menurutnya, kredit pendidikan akan sangat membantu buat mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikang Perguruan Tinggi, namun None sapaan akrab Irman memberikan beberapa catatan jika nantinya program ini akhirnya diberlakukan.
“Ini sangat membantu para siswa terutama yang ingin melanjutkan pendidikannya, bukan hanya di Perguruan Tinggi Negeri, tapi juga yang membutuhkan biaya besar, bisa dimasuki. Artinya ada pilihan buat mereka,” kata Irman, Minggu (29/4/2018)
Namun, None mengingatkan bahwa, bunganya harus rendah, kalau bisa tanpa bunga. Yang kedua masalah jaminan, atau agunan jangan berupa barang seperti rumah dan sebagainya. Kalau bisa security personal saja.
“misalnya ijazah, surat keterangan sekolah. Kalau bersifat barang nantinya akan susah,” ujarnya
None berharap agar program ini dapat segera berjalan, bahkan dirinya menyatakan Sulsel dapat menjadi percontohan daerah yang menerapkan kredit pendidikan ini, tapi semua aturannya juga harus jelas.
Mengenai pelaksanaannya, Ia menyatakan, program ini bisa dilakukan tahun ini dengan bekerjasama perbankan sehingga inpres nomor 9 tentang keterlibatan industry pada dunia pendidikan, bisa maksimal bukan hanya dalam membagikan tempat sampah, namun langsung pada peningkatan sumber daya manusianya
(Iin Nurfahraeni)










