INIPASTI.COM – Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung mengkritik langkah PDIP yang menyatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden (cawapres) bagi Ganjar Pranowo.
Rocky menyebut langkah tersebut sebagai norak dan absurd karena terlihat seperti tukar tambah kepentingan politik, bukan tukar tambah ideologi. Menurutnya, hal ini dapat menyebabkan kekacauan, sebagaimana dilansir di laman Herald Jakarta.
Rocky juga berpendapat bahwa PDIP seharusnya mengganti calon presidennya daripada mencari wakil dari pihak lawan. Menurutnya, ganti capres akan menjadi keputusan yang lebih mudah bagi PDIP daripada terlibat dalam upaya yang terkesan norak dan dangkal untuk membujuk AHY dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya untuk satu periode permainan politik.
Rocky juga menyebut bahwa kader-kader PDIP dan Demokrat juga agak menolak tawaran AHY sebagai cawapres.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP bidang Politik, Puan Maharani, telah menyebutkan beberapa nama sebagai pertimbangan PDIP untuk posisi cawapres, termasuk AHY.
Namun, perlu dicatat bahwa ini adalah pendapat Rocky Gerung sebagai seorang pengamat politik dan akademisi, dan pendapat tersebut tidak mewakili pandangan umum atau posisi resmi dari pihak terkait atau partai politik yang disebutkan.
Pendapat Rocky Gerung adalah subjektif dan terbuka untuk diperdebatkan (sdn)










