INIPASTI.COM, PENAJAM PASER UTARA – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja perdana ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Senin petang, 12 Januari 2026. Kehadiran Kepala Negara di jantung ibu kota baru tersebut dinilai sebagai sinyal politik yang kuat mengenai komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan megaproyek tersebut.
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan pesan nyata bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap masa depan IKN. Menurutnya, langkah ini sekaligus mematahkan spekulasi publik yang sempat meragukan keberlanjutan proyek tersebut.
“Presiden Prabowo hadir untuk memberikan pesan bahwa beliau bukan sekadar mengunjungi dan meninjau, tetapi juga memberikan perhatian besar kepada IKN. Ini penting untuk menjawab spekulasi yang berkembang bahwa IKN merupakan proyek yang mubazir,” ujar Rifqinizamy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Landasan Hukum dan Target 2028
Lebih lanjut, Rifqinizamy menjelaskan bahwa komitmen Presiden Prabowo sebenarnya sudah terlihat sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 pada Juni 2025 lalu. Regulasi tersebut mendukung visi IKN untuk bertransformasi menjadi ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028.
Keberlanjutan IKN dinilai sebagai sebuah keniscayaan karena telah memiliki payung hukum yang kokoh, yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022. Dari sisi anggaran, pemerintah juga telah mengesahkan alokasi dana yang hampir menyentuh angka Rp100 triliun.
“Ini adalah no point to return atau titik tanpa balik bagi kami. Sangat mubazir jika anggaran besar yang sudah disahkan tidak segera dimanfaatkan dengan menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan negara,” tegas Ketua Komisi yang membidangi urusan pemerintahan dalam negeri tersebut.
Kesiapan Fasilitas dan Pemindahan ASN
Selain aspek politik, kunjungan Presiden ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi percepatan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan laporan dari Kementerian PANRB, pemerintah telah memiliki cetak biru serta strategi taktis mengenai kementerian dan lembaga mana saja yang akan dipindahkan lebih awal ke Kalimantan Timur.
Saat ini, infrastruktur pendukung di IKN dilaporkan sudah mulai siap digunakan, termasuk rumah susun (rusun) yang mampu menampung hingga 15.000 orang. Rifqinizamy berharap, setelah Presiden melihat langsung kondisi di lapangan, keputusan mengenai jadwal pemindahan ASN dapat segera diterbitkan agar fasilitas yang telah dibangun tidak terbengkalai.
Presiden Prabowo tiba di helipad Istana Negara IKN menggunakan helikopter Super Puma sekitar menjelang petang. Kedatangannya di depan Istana Garuda tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja maraton di wilayah Kalimantan, setelah sebelumnya menyambangi Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan dan Balikpapan di Kalimantan Timur. (Sumber: antaranews)










