Lakalantas Renggut 1.034 Nyawa Selama 2016

Rilis Catatan Lakalantas Tahun 2016 yang dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono (tengah), didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono (kiri), dan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani (kanan), Jumat (30/12). (Foto: Ahadri)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Selama 2016, sebanyak 1.034 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan. Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan merilis angka kasus kecelakaan lalu lintas yang meningkat. Hal ini menjadi gambaran jika keterampilan dewasa masyarakat dalam hal mengemudi dan memahami rambu-rambu lalu lintas, masih kurang.

Baca juga :Truk Renggut Nyawa Rezky, Salah Siapa?

Press Release yang digelar Polda Sulsel, Jumat (30/12) di Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan mengungkapkan, sepanjang 2016, kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebesar 6.140 kasus. Angka ini meningkat dari tahun 2015 yang membukukan jumlah lakalantas sebesar 4.934 kasus.

Selain itu, di tahun 2016, dari kasus lakalantas tersebut, tercatat 9.519 korban lakalantas dengan uraian, 824 luka berat, 7.661 luka ringan, dan 1.034 meninggal dunia. Total kerugian ditaksir mencapai Rp14 miliar. Sementara di tahun 2015, jumlah korban lakalantas 7.420 orang. Jumlah korban meningkat 2.099 orang di tahun 2016.

Baca Juga:  Layanan Anak Integratif Nasional, Kemensos Jadikan Makassar dan Gowa Percontohan

“Jumlah kecelakaan lalu lintas di daerah sulsel meningkat yang korbannya juga semakin meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono saat melakukan rilis yang dihadiri Inipasti.com.

Tetapi di sisi lain, Muktiono mengatakan tingkat kepatuhan berlalu lintas masyarakat Sulsel masih lebih baik jika dibandingkan daerah lain. “Berlalulintas merupakan cerminan kita, disiplin lalu lintas kita masih cukup baik, harus dipertahankan dan ditingkatkan agar lebih disiplin lagi. Dibandingkan daerah lain lebih bagus. Tertib lalu lintas akan menguntungkan kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda sulsel, Kombes Pol Winarto mengatakan, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di luar kota dengan lebih dominan di daerah kabupaten menuju Bone, Barru, dan di daerah Toraja.

“Jadi biasanya daerah-daerah luar kota Makassar ini memang kita lihat karakteristik nya cukup juga panjang termasuk di daerah Barru dan daerah ke arah Bone, Barru termasuk ke arah Toraja yang lebih dominan kecelakaan lalu lintas di tahun 2016 ini,” jelas Winarto.

Baca Juga:  Parah, Penjualan Mobil Bodong Libatkan Anggota Polri!

Winarto yang baru dilantik beberapa waktu lalu menyebutkan, kalau kecelakaan lalu lintas di daerah Sulsel masih dalam tahap uraian penyebab kecelakaan.

“Makanya kita akan survei lagi. Kita bersama instansi terkait kita akan coba urai permasalahan penyebab dari kecelakaan apakah itu selain dari human error atau kondisi jalan nya sendiri misalnya terlalu kecil itu kita survei lagi,” tuturnya.

Winarto rencananya akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Sulsel untuk memberi solusi.

“Lakalantas yang terjadi banyak di luar kota. Kita akan survei lagi dan bekerja sama dengan instansi terkait misalnya Dishub untuk menghilangkan kerawanan lakalantas,” tukasnya.(*)

Baca Juga:  Peternak Sapi Belum Terbiasa Kandangkan Sapinya

Baca juga : E-Tilang Resmi Berlaku Akhir Tahun Ini

//