INIPASTI.COM, GOWA – Tanggap bencana tidak hanya dilakukan secara spontan atau pada saat ada bencana. Untuk menjadi tanggap bencana pun perlu persiapan. Hal itu pula yang dilakukan jajaran staf, dosen, dan mahasiswa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar.
Sekitar 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa PMI/Kesos, jajaran staf, dan dosen di lingkungan FDK mengikuti Pelatihan Tagana berbasis kampus. Pelatihan yang berlangsung, Jumat-Minggu (18-20/11) di dua tempat ini mengusung pola indoor dan outdoor.
Kegiatan outdoor dilaksanakan di Malino, dengan mengerahkan seluruh potensi Tagana. Kegiatan dalam konsep outbound lapangan dipandu instruktur Tagana, Drs H Syakhruddin DN MSi. Para peserta akan diperkenalkan tentang tata cara penanganan bencana pada kondisi sebelum terjadi bencana. Mereka akan dilatih tanggap darurat maupun pada periode pascabencana.
Hal ini diutamakan, karena pada kondisi pascabencana, terkadang kurang mendapat perhatian. Padahal titik fokus masalah kebanyakan terjadi pada pascabencana. Maka kehadiran para pekerja sosial sangat diharapkan.
Pada kegiatan indoor diisi dengan materi dan teori tentang bencana. Salah satu yang memberi materi adalah Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan diwakili Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Drs H Sabaruddin MM. Hadir pada kesempatan itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Dr H Abd Rasyid SAg MPd MSi MM, Sabtu (18/11) di ruang Lecture Theater (LT) Kampus II Samata Gowa. Rasyid hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut, didampingi para wakil dekan, para ketua dan sekretaris jurusan lingkup FDK UINAM.(*)
Baca juga : Dekan FDK UINAM Diberi Tanda Jabatan Pelindung Tagana
//










