MADINA – Seorang pengebom bunuh diri menewaskan empat petugas keamanan dan melukai lima orang lainnya di Madina, kota suci umat Islam, seperti diungkapkan kementerian dalam negeri Saudi.
Pengebom meledakkan dirinya pada saat dia dihentikan oleh petugas keamanan di luar Masjid Nabawi. Masjid tersebut merupakan tempat pemakaman Nabi Muhammad dan Madina adalah kota suci kedua umat Islam sesudah Mekah. Bom bunuh diri juga mengguncang kota-kota lain di Arab Saudi, Senin (3/7).
Serangan yang dilakukan di kompleks masjid di Madina itu membuat kaum muslimin di seluruh dunia terkejut, ujar editor Timur Tengah BBC, Alan Johnston. Kecurigaan agaknya ditujukan kepada kelompok Islamic State (IS), tambahnya.
Sementara itu, kantor berita al-Arabiya memberi pernyataan berbeda terkait insiden tersebut dengan mengatakan bahwa pengebom memang sengaja menyasar petugas keamanan dengan berpura-pura ingin berbuka puasa bersama mereka. Qari Ziyaad Patel, 36, asal Afrika Selatan, yang berasa di dalam masjid, menceritakan kepada kantor berita Associated Press bahwa pada mulanya orang mengira bahwa ledakan tersebut merupakan ledakan meriam penanda buka puasa. Bumi berguncang, katanya, sambil menambahkan: “Guncangannya sangat kuat. Kedengaran seperti sebuah bangunan runtuh.”
Sebelumnya, setidaknya sebuah ledakan bom telah mengguncang Qatif, sebuah kota yang berada di bagian timur Arab Saudi, yang dihuni banyak warga minoritas muslim Syiah. Bom tersebut tampaknya menyasar sebuah masjid Syiah. Penyerang itu kemudian terbunuh, tetapi tidak ada laporang tentang jatuhnya korban lain.
Seseorang yang dicurigai sebagai pengebom bunuh diri juga tewas setelah meledakkan dirinya di dekat konsulat Amerika Serikat di kota Jedah. Dua petugas keamanan mengalami luka ringan saat mereka berusaha menghalangi orang itu, namun tidak ada orang lain yang terluka.
Belum ada yang mengaku sebagai dalang serangan tersebut.
Serangan-serangan tersebut bertepatan dengan hari-hari terakhir bulan suci Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri.
Arab Saudi telah menjadi target serangan Islamic State sejak dua tahun terakhir. Pada Juni, kementerian dalam negeri mengatakan bahwa ada 26 “serangan teror” terhadap kerajaan tersebut.
Serangkaian serangan maut di seluruh dunia yang diklaim maupun dituduhkan kepada kelompok IS, seminggu terakhir ini adalah:
Serangan bunuh diri dengan bom dan senjata api di bandara Istanbul, Turki, 28 Juni, menewaskan 45 orang.
Penyerangan bersenjata di sebuah kafe di ibu kota Banglades, Dhaka, Jumat malam lalu. Dua puluh orang sandera dan dua polisi terbunuh.
Sebuah truk bermuatan bom besar di ibu kota Irak, Bagdad, pada Minggu dua hari lalu, menewaskan paling sedikit 165 orang










