INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan hasil Ujian Nasional tingkat SMP/Mts se Indonesia. Secara keseluruhan, terjadi penurunan nilai rata-rata.Bahkan hal ini diakui oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy.
Koordinator UN SMA/SMK/MA dan SMP / MTs, Dinas Pendidikan Sulsel Basir mengungkapkan secara keseluruhan untuk persentase penilaian UN ini tidak bisa dihitung secara keseluruhan, karena masih ada sekolah yang melaksanakan UN belum berbasis komputer, masih Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
“Kita tidak bisa bicara persentase karena secara keseluruhan pelaksanaan UNBK belum 100 persen, namun jika berbicara integritas ini cukup bagus,” kata Basir, Sabtu (26/5/2018)
Ia menambahkan, khusus pelaksanaan UNBK ada delapan daerah yang melaksanakan 100 persen yaitu Makassar, Bone, Pinrang, Palopo, Maros, Barru, Soppeng dan Luwu Timur. Di Sulsel sendiri, tahun lalu pelaksanaan UNBK masih sekitar 20 persen sedangkan tahun ini lebih baik diatas 60 persen.
Namun, Basir menjelaskan lebih masalah integritas ini antara sekolah pelaksana UNBK berbeda dengan UNKP misalnya Makassar, jumlah siswa dan pelaksanaan UNBK sudah 100 persen tentu hasilnya berbeda dengan daerah lain, yang sekolahnya belum keseluruhan berbasis komputer. Berbeda ketika UN tingkat SMA/SMK se Sulsel.
“Untuk mengukur penilaiannya inikan sejauh mana kemandirian siswa dalam mengerjakan soal, dan hasilnya bagus nilai integritas Sulsel berada di rata-rata nasional,” terangnya
Sementara itu, dari 24 Kabupaten yang melaksanakan UNBK, Basir menyebutkan ada lima Kabupaten dan Kota berhasil mendapat nilai rata-rata tertinggi, yaitu Soppeng dengan nilai rata-rata 212, kemudian Kabupaten Kepulauan Selayar dengan nilai 204, Bone nilainya 196, Enrekang 195 dan Makassar 194
(Iin Nurfahraeni)










