INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kota Makassar, sebagai ibu kota provinsi memiliki daya tarik sehingga para investor menanamkan modal mereka. Dinas Penanaman Modal Daerah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) Sulsel mencatat Penanaman Modal Asing (PMA), Makassar paling banyak diminati dibandingkan 23 Kabupaten /kota lainnya.
Kepala Dinas PMDPTSP, Sulsel AM Yamin menyebutkan ada lima daerah yang paling banyak diminati oleh investor dari luar, Makassar, Jeneponto, Pinrang, Sidrap dan Luwu Timur.
“Makassar paling banyak dengan nilai investasi USD 2,500,201 dengan jumlah proyek 48, nilai ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding tahun 2016 di periode yang sama , yaitu USD 37,766 Juta,” kata Yamin, Sabtu (29/7/2017).
Menurutnya, beberapa daerah di Sulsel ini sebagian ada yang dilirik oleh investor ada juga yang belum dilirik, terutama untuk PMA diantaranya Kabupaten Bone, Bulukumba, Sinjai, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Tapi untuk Penaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mereka ada.
“Kami selalu mempromosikan potensi-potensi daerah yang ada di Sulsel, untuk menanamkan modal mereka. Namun yang perlu diingat bahwa namanya investasi tidak bisa langsung ada butuh proses panjang,” ujarnya lebih jauh.
Dari data yang dimiliki oleh Dinas PMDPTSP Sulsel mencatat, untuk nilai investasi di Kabupaten Jeneponto, sebesar USD 770 juta dengan dua proyek, sedangkan untuk Pinrang dengan nilai investasi mencapai USD 237 juta jumlah proyek empat, Sidrap, investasi mencapai USD 218 juta dan Luwu Timur USD 73,139 juta.
Menurutnya, untuk PMA sendiri sektor yang menyumbang nilai investasi yaitu, Industri Makanan, listrik, Gas , dan Air, selain itu Transportasi,Gudang dan Telekomunikasi, ada juga Pertambangan, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran.
Yamin menambahkan, masing-masing sektor ini tersebar di beberapa daerah,“Industri makanan seperti kakao, sedangkan kelistrikan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayau (PLTB) di Sidrap dan PLTU di Jeneponto. Kalau jasa telekomunikasi ini meliputi layanan jasa internet atau komunikasi nirkabel,” ujar Yamin. (Iin Nurfahraeni).










