INIPASTI.COM, TANA TORAJA – Ditengah maraknya masalah pluralisme, mayoritas ataupun minoritas sedang diributkan. Toraja memperlihatkan Kebersamaan dalam toleransi sesama umat beragama.
Dalam puncak Lovely Desember, tahun ini, keberagaman dalam toleransi diperlihatkan, Ketua Panitia Yunus Silampe menjelaskan Lovely Desember kali ini sangat berbeda, apalagi dari awal kegiatan ada getaran panggilan sukma ilahi dimana ada lonceng geraja dan bedung dari masjid sebagai awal tanda kegiatan. Kemudian getaran cinta lingkungan bekerjasama dengan gereja dan masjid.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Tana Toraja sebagai surga keberagaman. Karena itu, jangan lagi ada yang mempersoalkan masalah ini.
“Di Toraja, jangan ada yang persoalkan masalah mayoritas, minoritas atau pluralisme. Kita di sini ada untuk kedamaian, ketentraman, dan kesejahteraan masyarakat,” kata SYL, usai menghadiri acara puncak Lovely Toraja di Kawasan Kolam Makale, Kamis (29/12/2016).
Ia menyebutkan, Lovel Desember membuktikan, Tuhan selalu bersama masyarakat dalam kedamaian dan ketentraman. Toraja adalah harga diri, gengsi, harkat dan martabat masyarakat Sulsel.
“Saya minta semua harus bangga dengan peninggalan budaya Toraja ini. Kita tidak akan menemukan di tempat manapun keindahan sebagaimana yang ada di Toraja,” ujarnya.
Selain tampilan qasidah, juga dihadirkan refleksi Lovely Desember dimana pembacaan doa dilakukan dari masing-masing perwakilan agama yang ada.
Acara puncak Lovely Toraja juga dirangkaikan dengan launching Kopi Toraja Maelo 7.777 dan beberapa penandatanganan Memorandum of Understanding atau perjanjian kerjasama.










