INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pusat Kajian Pengembangan dan Riset Komunikasi (Puska Pro) Universitas Muslim Indonesia menggelar diskusi ‘Preparing a Career in The Television Media’. yang digelar di fakultas Sastra dan Ilmu Komunikasi UMI, Sabtu (5/5/2018).
Dimana, dalam diskusi tersebut membahas bagaimana persiapan mahasiswa untuk berkarir di media pertelivisian bersama narasumber yang ahli dibidangnya.
Narasumber yang diundang di diskusi ini ialah Sayid Alwi Fauzy AB sebagai Videographer CNN Indonesia, Syamsul Maarif sebagai Reporter TV One dan
Muhammad Idris ketua Puskapro Komunikasi dan dosen Ilmu Komunikasi UMI sebagai moderator dari diskusi ini.

Sayyid Alwi Fauzy AB dalam diskusi ini berbagi mengenai seputar ilmu teknik fotographer dan videographer, teknis peliputan langsung dan tidak langsung atau live streaming.
“Dalam bentuk peliputan dan naskah seorang reporter harus memberikan laporan yang berbeda dari naskah yang sebelumnya sehingga liputan yang diberikan menjadi menarik yang sesuai dengan visual gambar liputan,” ungkap Awi sapaan akrabnya.
Dikatakannya bahwa menjadi seorang jurnalis dalam menjalin sebuah pertemanan atau dekat dengan aparat negara janganlah terlalu akrab.
“Hal ini karena ketika kita akrab dengan seseorang maka tidak mudah untuk di kritik dan akhirnya sulit berlaku independen,” tambahnya.
“Menjadi seorang juranlis dianalogikan seperti bermain layang-layang diterbangkan tapi tidak dilepaskan, diulur dan ditarik,” pungkasnya.
Sementara itu, Syamsul Maarif dalam diskusi ini juga berbagi ilmu mengenai bagaimana menjadi seorang reporter itu.
Kecepatan, ketepatan dan keberanian menjadi kunci bagi seorang reporter televisi.
“Meliput dalam kasus bentrok membutuhkan ketepatan dan kecepatan sehingga mendapatkan suatu liputan yang memiliki moment dan tentunya keselamatan dari reporter itu sendiri,” pungkas Syamsul
“Ciptakanlah dunia perangmu sendiri dan menanglah kamu dari perang yang kamu ciptakan,” tandasnya.
(Nurwahidah Jumrah)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Angkatan 2015










