Penulis: Andy Muhammad Idris
INIPASTI.COM, MAKASSAR – Universitas Islam Makassar bekerja sama Yayasan Sahabat Rekan Sebaya dan Muslimat NU Sulsel menggelar Seminar Nasional Permasalahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba, Senin (7/11). Mengusung tema : ‘Narkoba Dikenali untuk Dijauhi’, acara bertempat di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar.
Rektor Universitas Islam Makassar, Majdah Agus Arifin Nu’mang dalam sambutannya sangat mengapresiasi kehadiran para peserta yang jumlahnya ribuan. Peserta yang terdiri dari pelajar berasal dari Makassar, Gowa, dan Maros.
“Untuk menghancurkan satu bangsa, tentunya tidak lagi dibutuhkan persenjataan yang canggih, tetapi saat ini hanya butuh menghancurkan generasi mudanya, Nah saat ini, Indonesia menjadi target utama jaringan Internasional peredaran narkoba. Bahkan saat ini menurut data BNN, 40 hingga 50 orang meninggal tiap hari dikarenakan penyalahgunaan narkoba,” jelas Majdah.
Majdah menyambung, tahun 2020, Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi, di mana pada tahun itu, jumlah rakyat Indonesia mayoritas berumur produktif yakni 15-64 tahun. “Untuk itu, narkoba harus kita lawan,” tambahnya.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang yang diwakili Staf Ahli Pemprov Sulsel, Andi Hasdullah mengatakan kalau Pemprov Sulsel sangat mendukung atas terselenggaranya kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan UIM. “Tentunya ini menjadi upaya atas bahaya laten narkoba,” ujarnya.
Hasbullah menambahkan, peredaran narkoba tentunya menjadikan generasi muda sebagai sasaran empuk. Bahkan data saat ini ada 40% generasi muda telah positif memakai narkoba dari jumlah pecandu narkoba di Indonesia. “Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melawan ancaman ini. Tentunya kegiatan ini membantu Pemerintah dalam hal menanggulangi peredaran narkoba,” tambahnya.
Pendiri Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, dr Aisyah Dahlan Hussein sebagai pemateri seminar mengungkapkan tentang bahaya laten narkoba. Menurutnya, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, orangtua harus memahami kondisi anak secara komprehensif.
“Sehingga dibutuhkan upaya pencegahan terlebih dahulu. Namun ketika semua orang mampu memahami kondisi psikologisnya, Insya Allah tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan,” jelas Aisyah.
Pada acara yang belangsung beberapa jam itu, ribuan pelajar juga disuguhi aksi teatrikal penggunaan narkoba serta akibatnya. Aksi ini dilakukan mantan pengguna narkoba yang berhimpun di Yayasan Sahabat Rekan Sebaya.
Tampak hadir utusan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, utusan Pangdam VII Wirabuana, utusan Kepala BNN Sulsel, pengurus Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (YKP2N), Ketua Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Selatan Edi Sutarto, Para Wakil Rektor UIM, Para Dekan/Direktur UIM, ratusan mahasiswa UIM, dan ribuan pelajar yang berasal dari Makassar, Gowa, dan Maros.(*)
Baca juga : Kolaborasi Muslimat NU Sulsel dan YKP2N Cegah Bahaya Narkoba
//










