INIPASTI.COM, MAKASSAR – Belum kering rintikan hujan yang membasahi tubuh para pejabat Kota Makassar yang dilantik di Pantai Losari, sudah keluar sejumlah kritikan untuk Kota Makassar. Salah satunya kekecewaan dan kritikan yang tergambar dari mantan Lurah Karunrung, Hidayat Jonas Manggis, yang dinonjobkan oleh Walikota Makassar dua hari lalu.
Kekecewaan yang disertai dengan kritikan itu ditujukan kepada program pemerintahan Dani Pomanto, khususnya sampah gendang dua. Kekecewaan dan kritikan ini tertuang dalam laman facebook miliknya.
Bagian dari kekecewaan dan kritikannya, ia mengubah pula foto profilnya menjadi foto gendang dua yang rusak, dan ditambahi dengan kata-kata Makassar yang dipermak. Selanjutnya ia berkomentar dalam laman facebooknya; bahwa gendang dua ditabuh sama KPK.
Belum ada yang tahu persis makna dari isi laman facebook mantan lurah yang dinonjobkan Walikota Makassar Dani Pomanto itu. Dalam berbagai kesempatan, Walikota Dani Pomanto menegaskan bahwa bagi pimpinan SKPD, Camat, dan Lurah yang memiliki kinerja tidak sesuai dengan target, jangan harap bisa bertahan. Nampaknya, kinerja menjadi standar utama menentukan job dan posisi jabatan di Kota Makassar. Hanya dengan kinerja yang optimal yang bisa mendorong akselerasi pembangunan ekonomi. Tidak unsur politik dalam menentukan jabatan.
Apakah benar prosedur penentuan jabatan di Kota Makassar berdasarkan kinerja? Kalau iya, mengapa masih ada yang kecewa.










