INIPASTI.COM, OPINI – Media merupakan sumber informasi yang didapatkan oleh sebagian masyarakat penduduk bumi diseluruh dunia, media juga sebagai pemegang terbesar dunia yang menguasai segala informasi Negara, masyarakat, politik, entertaiment, dan lain-lain.
Kamus besar bahasa Indonesia menjelaskan bahwa arti “media” yaitu alat atau sarana komunikasi, seperti Koran, majalah,radio, televisI, film, poster dan spanduk kemudian (media massa) merupakan sarana dan saluran resmi sebagai alat komunakasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas.
BUdaya, kebiasaan masyarakat tertentu seperti halnya dengan adat istiadat yang di pegang oleh sekelompok suku, agama atau ras. Dimana memiliki banyak perbedaan pandangan terhadap hal yang baru seperti yang saat ini terjadi dengan media sosial yang tinggi dan perlahan meningkat dibandingkan dengan penahanan budaya tertentu.
Media sosial kini tidak dapat di tanggulangi penyebaran informasi hoax yang dapat menghancurkan suatu kepercayaan kepada media dan orang yang bersangkutan.
Media kini terbuka bebas untuk para masyarakat sehingga segala informasi dengan cepat berada pada genggaman para pecandu sosial media di dunia ini.
Media juga menjadi komsumsi keseharian para pecandu informasi sehingga tak heran jika tak dapat lagi membedakan manipulasi dengan fakta yang terdapat pada sebuah informasi yang tersebar ke hadapan para penggenggam informasi.
Media dan budaya kini dapat menjadi rekan yang bertolak belakang pada jaman modernisasi atau bahkan dapat bekerja sama dengan membangun kebudayaan dan media.
Media kini tak pernah berhenti menciptakan hal-hal yang menarik dan menggiurkan bagi para masyarkat pengkomsumsi informasi.
Sedangkan kebudayaan adalah tradisi yang menetap dari dulu hingga sampai sekarang yang tidak mudah untuk menerima suatu perubahan dalam kebiasaan yang biasa dilakukan dalam masyrakat berbudaya.
Media, salah satunya adalah televisi (tv) yang kini perkembangannya semakin pesat, tak jarang jika seluruh rumah yang ada pada daftar penduduk Indonesia memilikinya, bahkan di seluruh dunia tv adalah tontonan terbesar yang memiliki banyak siaran dan memiliki makna dalam sebuah siaran yang ada pada televisi.
Manipulasi media, hal yang sering terdapat kesalahan pada suatu kasus atau produksi media yang di siarkan tv, radio dan lainya seperti acara film, sebuah tayangan yang dapat membawa suasana baru dan menggiurkan bagi penonton, tetapi adapun yang dapat mengganggu kenyaman masyarakat dengan opini yang dibuat pada media.
Reproduksi, proses perubahan seperti budaya, yang semakin lama mengalami sebuah perubahan dan hal-hal baru adapula yang tidak menerima perubahan pada kebiasaan yang dilakukan dengan adanya kebebasan pers.
Jadi sebagai orang yang berbudaya dan pengkomsumsi social media dapat menanggulangi segala informasi tentang fakta yang terdapat didalmnya seperti hanya dengan hoax dalam sebuah inforasi berbudaya dan media.
Penulis : Nurwahida Jumrah
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia










