INIPASTI.COM – Sebagai tindak lanjut MoU antara Kementerian Sosial RI dengan pihak Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), maka mendesak waktunya, untuk segera direalisasikan, terbentuknya Tagana berbasis Fakultas,
sehingga tidak lagi terfokus, hanya pada Jurusan Kesejahteraan Sosial di Fakultas Dakwah & Komunikasi.
Sebagaimana dikemukakan, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, DR Firdaus Muhammad, MA pada saat pelantikan Tagana UINAM yang disaksikan Dr. H. Syahabuddin, M.Ag (Kepala Badan Pendidikan, Penelitian & Penyuluh Sosial Kementerian Sosial) beberapa waktu lalu dilapangan olah raga UIN Makassar.
Ditegaskan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Prof. Dr. Muhammad Ramli, M.Si. didampingi sekretarisnya Hasbi Ibrahim, SKM, M.Kes dalam pertemuan dengan para Instruktur Tagana,
Masing-masing Drs.H.Syakhruddin.DN,M.Si, Muhlis Moed, SKM.CHt.Ci dan Abd. Rahman, MM, Cht bertempat diruang kerjanya, Rabu 25/8/2021.
Dijelaskan, bahwa MoU dengan Kementerian Sosial, perlu segera ditindaklanjuti, mengingat penanganan masalah korban bencana, baik itu bencana alam maupun bencana sosial, perlu segera disahuti oleh mahasiswa.
UIN Alauddin Makassar melalui LP2M memiliki tanggungjawab untuk menjawab tantangan dan harapan masyarakat, terutama terhadap korban bencana.
Seperti korban kebakaran Jalan Muhammad Tahir yang terdampak pada 105 buah rumah, baik yang rusak berat dan rata dengan tanah sebanyak 95 buah, maupun yang terdampak akibat adanya kebakaran.
“Disaat seperti itu, Tagana UIN Makassar diharapkan tampil dengan membawa panji-panji TAGANA UIN Alauddin Makassar, demikian halnya pada penanganan bencana sosial, terutama dalam suasana pandemi Copid-19.
Tagana sebagai relawan sosial yang berbasis kampus, selama ini baru berada pada Jurusan Kesejahteraan Sosial (Kessos) pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Harapan Rektor, Tagana tidak saja berada di satu fakultas, akan tetapi menyebar pada semua fakultas di kampus ini, termasuk bagi sekuriti dan cleaning service. minimal harus mengetahui tentang “Dasar-Dasar ke-Tagana-an”
Dalam perkembangan ke depan, suatu ketika, kita dapat melaksanakan kegiatan “Jambore Tagana berbasis Kampus se-Indonesia” dan UIN Alauddin Makassar sebagai tuan rumah dengan mendatangkan Menteri Sosial RI ke tempat ini, ungkap Ketua LP2M kepada para instuktur Tagana yang hadir ke ruang kerjanya, seraya menyodorkan minuman untuk para tamunya.
Karena ini, dalam minggu ini, Prof. Ramli berharap segera dimatangkan personil yang akan memperkuat tehnis kepengurusan, dengan melibatkan segenap stakeholder yang memiliki kepedulian terhadap penanganan bencana, baik bencana alam alam, bencana non-alam maupun bencana sosial.
Muhlis Moed dan Abd. Rahman berbagai pengalaman dengan Hasbi Ibrahim, SKM,M.Kes terutama dalam penanganan korban bencana di Aceh tahun 2014 yang tergabung dalam Bulan Sabit Merah, peristiwa itu telah membuka mata dunia, tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam penanganan bencana.
UIN Alauddin Makassar sebagai mitra Kemensos dalam pengembangan Tagana di Kawasan Timur Indonesia, diharapkan mampu melahirkan personil Tagana terlatih, yang kelak diharapkan menjadi manajer bencana di kawasan terdampak.
Karena itu, perlu terus di latih secara rutin, di asah dan dikembangkan kepekaan sosial melalui kegiatan ketaganaan kampus, seperti cara menolong korban, tehnik pengungsian, dapur umum lapangan dan layanan dukungan sosial bagi penyintas bencana, ujar Muhlis yang bekerja di salah satu instalasi kesehatan di Kabupaten Gowa (syakhruddin)










