INIPASTI.COM, Dalam rangka persiapan menuju program Retas Budaya, Goethe-Institut Indonesien dan PT Elex Media Komputindo menyelenggarakan seminar daring bertajuk “Kurasi menjadi Karya“ yang mengajak pesertanya mengeksplorasi cara-cara memanfaatkan buku fiksi dan non-fiksi untuk mengomunikasikan koleksi budaya milik institusi GLAM (galeri, perpustakaan, arsip, museum) kepada publik. Seminar daring ini ditayangkan secara langsung pada Jumat, 17 Juli 2020, pukul 15:00-16:30 WIB, di kanal YouTube, Facebook, dan Twitter Goethe-Institut Indonesien.

Retas Budaya merupakan sebuah program yang mempertemukan institusi GLAM dengan pelaku industri kreatif dan pegiat teknologi demi menghasilkan kolaborasi dan inovasi dari data budaya terbuka. Puncak acara Retas Budaya adalah festival kreator yang akan diadakan November mendatang. Di festival ini, publik akan diajak mengubah data budaya menjadi cerita, games, ataupun karya seni.
Dalam seminar daring “Kurasi menjadi Karya“, Paulus Eko Nugroho, Dion Rahman, dan Farah Rizki dari Elex Media Komputindo akan berbagi pengalaman bagaimana buku dapat menjadi suatu alat untuk menyampaikan kisah-kisah fiksi dan non-fiksi dalam mengomunikasikan aset koleksi budaya institusi GLAM secara lebih luas. Ketiganya akan menjelaskan bagaimana koleksi-koleksi museum ataupun galeri seni bisa dituangkan dalam kisah fiksi ataupun tulisan non-fiksi, apa saja yang harus diperhatikan ketika penulisan, serta seperti apa seluk-beluk penerbitan buku itu sendiri.
Buku bisa menjadi jendela yang membuka imajinasi pembacanya untuk dapat melihat koleksi galeri, perpustakaan, pameran seni, museum, dan badan arsip dengan cara yang menyenangkan. Sebagai contoh, seluk-beluk Sistine Chapel dideskripsikan begitu detail dalam novel Dan Brown atau perjalanan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam buku sejarah sekolah dasar yang dijabarkan dengan jelas. Dengan kolaborasi yang tepat, buku bisa menjadi saluran distribusi informasi, promosi, dan monetisasi baru bagi institusi GLAM.
Program Retas Budaya adalah kerja sama antara Goethe-Institut Indonesien, Direktorat Jenderal Kebudayaan Indonesia, Wikimedia Indonesia, Asosiasi Game Indonesia, dan PT Elex Media Komputindo. Untuk informasi lebih lanjut, silakan akses www.goethe.de/retasbudaya.










