INIPASTI.COM, Makassar — Universitas Terbuka Makassar menggelar seminar akademik bertajuk “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional” di Aula Convention Hall Lantai 4 kantor UT Makassar, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian wisuda Tahun Akademik 2025–2026 yang akan berlangsung pada 2–3 Mei 2026 dan diikuti ratusan mahasiswa.
Direktur UT Makassar, Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. yang membuka langsung acara tersebut, mengatakan seminar ini menjadi pembekalan penting bagi para calon wisudawan.
“Seminar ini bertujuan agar alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha,” ujarnya.
Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UT Makassar dan FMIPA Universitas Negeri Makassar, serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan ICMI Muda Sulawesi Selatan.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil; pelaku usaha sekaligus alumni UT Makassar dan Owner Browcil Makassar, Rachmat Almu Arrif; serta perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan bagian Konsultan UMKM, Anwardin Arjunaid.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adi Maulana menyoroti pentingnya penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia menyebut rasio wirausaha di negara maju umumnya di atas 5 persen, sementara Indonesia masih berada di bawah angka tersebut.
“Jika ingin mencapai visi Indonesia Emas 2045, maka penguatan entrepreneurship menjadi keharusan. Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perlunya kolaborasi antarperguruan tinggi untuk mengejar ketertinggalan, serta pentingnya penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, Rachmat Almu Arrif membagikan pengalaman membangun usaha dari nol. Ia merintis bisnisnya sejak usia 20 tahun dari resep keluarga hingga kini mampu mempekerjakan sekitar 300 karyawan.
“Di era digital, peluang usaha semakin terbuka luas. Yang penting adalah keberanian memulai dan konsistensi,” katanya.
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Anwardin Arjunaid, turut memaparkan strategi optimalisasi UMKM pada 2026, termasuk pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan daya saing usaha kecil










