Inipasti
Advertisement
  • Home
  • News
    • All
    • Bencana Alam
    • Berita
    • Citizen Reporter
    • Fenomena
    • Kebakaran
    • Politics
    • Science
    • World

    10 Alasan Asics Gel Nimbus 27 Jadi Sepatu Cushioning Paling Nyaman Tahun Ini

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Tragedi Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut: 13 Korban Meninggal Dunia, Termasuk 4 Prajurit TNI

    Tragedi Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut: 13 Korban Meninggal Dunia, Termasuk 4 Prajurit TNI

    Tragedi Ledakan di Garut: 11 Orang Tewas dalam Pemusnahan Amunisi TNI

    Tragedi Ledakan di Garut: 11 Orang Tewas dalam Pemusnahan Amunisi TNI

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Sains & Teknologi
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • All
    • Bencana Alam
    • Berita
    • Citizen Reporter
    • Fenomena
    • Kebakaran
    • Politics
    • Science
    • World

    10 Alasan Asics Gel Nimbus 27 Jadi Sepatu Cushioning Paling Nyaman Tahun Ini

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Tragedi Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut: 13 Korban Meninggal Dunia, Termasuk 4 Prajurit TNI

    Tragedi Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut: 13 Korban Meninggal Dunia, Termasuk 4 Prajurit TNI

    Tragedi Ledakan di Garut: 11 Orang Tewas dalam Pemusnahan Amunisi TNI

    Tragedi Ledakan di Garut: 11 Orang Tewas dalam Pemusnahan Amunisi TNI

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Sains & Teknologi
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Inipasti
No Result
View All Result
Home SulSel Daerah

Menuju Rembuk Nasional 2020, Ini 19 Ide Brilian WIJA TO SUPPA

Inipasti by Inipasti
March 7, 2020
in Daerah, Forum Diskusi, Nasional, Nusantara, SulSel
0

Para Inisiator Wija to Suppa, berpose bersama sesaat usai pertemuan di Gedung Iqra Unismuh, Makassar, 27 Februari 2020

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Keturunan orang-orang Suppa alias Wija to Suppa telah melakukan pertemuan pada Kamis, 27 Februari 2020 di Menara Iqra, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Pada pertemuan tersebut  lahirlah gagasan dan ide para Wija to Suppa yang brilian dan substantif dalam mewujudkan Suppa yang Bekemajuan dan Bermartabat.

Berdasarkan hal tersebut, Wija to Suppa telah memformulasikan rumusan untuk kemudian akan dijadikan acuan (reference) sebagai tindakan konkret dan nyata (action plan). Formulasi rumusan tersebut sebagai berikut:

[nextpage title=”Perhimpunan dan Perkumpulan Wija to Suppa”]
1. Perhimpunan dan Perkumpulan Wija to Suppa

Saat ini Wija to Suppa telah hidup dan berdomisili di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga di luar negeri. Potensi sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa tersebut, perlu dioptimalkan dengan cara menghimpunnya dalam wadah secara melembaga dan legal.

Potensi SDM dan modal sosial tersebut perlu didayagunakan untuk mewujudkan Suppa yang Berkemajuan dan Bermartabat serta menguatkan silaturahmi Wija to Suppa dalam ikatan satu keluarga besar yang saling mengahargai (sipakatau na sipakelebbi) serta saling tolong menolong dan membantu dalam kebajikan dan kemajuan bersama (sisappareng deceng teng sisappareng ja’, sirui’ menre teng sirui’ no, malilu sipakainge mali siparappe).

Potensi sumber daya manusia Wija to Suppa akan dihimpun dalam paguyuban yang disebut dengan Kerukunan Keluarga Masyarakat Suppa (KKMS) yang telah dibentuk di Kota Parepare dan disepakati untuk selanjutnya dirubah menjadi Kerukunan Keluarga Wija to Suppa yang penyebutan akronim atau singkatannya akan ditetapkan kemudian dan akan dideklarasikan pada Rembuk Nasional Wija to Suppa atau Silaturahmi Wija to Suppa ataupun penamaan lain yang semakna yang ditetapkan kemudian pada setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang direncanakan Insya Allah pada tanggal 3 (tentatif) Syawal 1441 H di Kecamatan Suppa, Pinrang. 

[nextpage title=”Pembentukan Yayasan Wija to Suppa”]
2. Pembentukan Yayasan Wija to Suppa

Dalam hal keperluan spesifik dan strategis Wija to Suppa akan dihimpun dalam lembaga formal yang akan diikat dengan instrumen hukum (akte notaris) dalam bentuk yayasan.  Penamaan yayasan tersebut, akan ditetapkan kemudian dan dilaunching pada Rembuk Nasional Wija to Suppa. Persiapan pembentukan yayasan diamanahkan kepada Panitia Pelaksana Rembuk Nasional Wija to Suppa atau penamaan lain yang disepakati.

Yayasan tersebut akan mewadahi dan mendukung berbagai unit usaha dan upaya yang diperlukan dalam mewujudkan Suppa yang Berkemajuan dan Bermartabat khususnya dalam pengembangan SDM dalam mewujudkan SDM Suppa Unggul dan optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya alam (SDA) lokal dan nasional.

Yayasan tersebut untuk sementara waktu disebut Yayasan Wija to Suppa sampai dengan adanya penamaan yang disepakati. Yayasan Wija to Suppa turut berperan dalam pengelolaan SDA yang potensial meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang berdomisili di Suppa serta Wija to Suppa di manapun berada. 

[nextpage title=”Rekonstruksi Asrama KPMP Suppa”]
3. Rekonstruksi Asrama KPMP Suppa

Areal tanah tempat dibangunnya Asrama KPMP Suppa yang terletak di Jalan Datuk Ribandang 3 No 21, Makassar tetap dikelola oleh Wija to Suppa atau tidak dihibahkan kepada pemerintah ataupun pihak lain. Tanah asrama tersebut akan dibangun ulang atau direkonstruksi secara repsentatif sebagai bagian dari upaya mempersiapkan SDM Suppa Unggul.

Asrama akan dibangun dan dikelola secara profesional oleh Yayasan Wija to Suppa dengan melibatkan segenap potensi yang dimiliki oleh Wija to Suppa serta bersumber dari pihak lain dalam bentuk bantuan yang tidak bersifat mengikat.

[nextpage title=”Penyiapan SDM Suppa Unggul”]
4. Penyiapan SDM Suppa Unggul

Penyiapan SDM Suppa Unggul disepakati menjadi bagian yang sangat penting dalam keberlanjutan dan eksistensi Wija to Suppa sehingga diperlukan ketersediaan pendidikan yang berkualitas di Kecamatan Suppa mulai dari pendidikan dini (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga jenjang sekelolah menangah atas melalui hadirnya sekolah unggulan di Kecamatan Suppa.

Dalam jangka pendek, diharapkan peran dari Wija to Suppa yang sedang memegang amanah sebagai kepala sekolah ataupun tugas yang terkait dengan manajemen sekolah dan para pendidik (guru) untuk memberikan pendidikan dan pembelajaran yang terbaik dan berkualitas untuk menghasilkan Wija to Suppa yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam berbagai aspek kehidupan.

[nextpage title=”Pendidikan Moral dan Karakter”]
5. Pendidikan Moral dan Karakter 

Bekal pendikan karakter dan moral menjadi bagian yang penting dalam mewujudkan SDM Suppa Unggul dan Wija to Suppa yang berdaya saing tinggi. SDM yang berintegras dan pekerja cerdas akan menjadi bagian penting dan modal sosial yang strategis dalam menjaga marwah dan eksistensi Wija to Suppa dalam berbagai kancah profesi dan lapangan pekerjaan.

Keterbatasan aktivitas pencerahan dan pembelajaran keagamaan di kalangan masyarakat telah terjadi di Kecamatan Suppa yang dibuktikan dengan semakin terbatasnya kajian-kajian keagaamaan khususnya di mesjid dan musAL. Mesjid dan mushallah hanya sebatas menyelenggarakan ibadah shalat khususnya shalat wajib dan sunnat serta perayaan keagamaan.

Berbagai permasalahan sosial seperti peningkatan angka pengguna narkoba, tawuran pemuda, dan kenakalan remaja ditengarai sebagai akibat dari lemahnya taraf keimanan dan ketaqwaan. Keterbatasan pembinaan keagamaan di Kecamatan Suppa ditandai dengan langkanya kegiatan pengajian dan pengkajian keagaaman secara rutin.

Sebagian besar masjid pada bulan Ramadan atau pada salat tarawih tidak dapat menyelenggarakan ceramah agama karena terbatasnya tenaga dai atau penceramah Agama Islam. Pemahaman keagamaan cenderung diperoleh secara turun-temuran dan tidak mampu lagi menjawab permasalahan umat dan kemasyarakatan.

Fenomena pertumbuhan jumlah pesantren di Kecamatan Suppa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas pembinaan moral keagamaan dan pembentukan karakter unggul Wija to Suppa. Hal ini perlu dibarengi dengan upaya penyadaran masyarakat akan pentingnya pengajian dan pengkajian keagaaman Islam dalam pembentukan moral dan karakter serta peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan yang dilakukan secara rutin.

Dukungan Wija to Suppa diperlukan terhadap pengembangan pesantren di Kecamatan Suppa dalam koteks peningkatan kualitas iman dan ketakwaan untuk mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamin. Wija to Suppa perlu kembali pada pentingnya kualitas tatanan kehidupan ukhrawih yang bersifat kekal dan abadi sedangkan kehidupan duaniawi hanyalah bersifat fana atau sementara.  
     

[nextpage title=”Pelatihan, Sertifikasi, dan Panaggulangan Pengangguran”]
6. Pelatihan, Sertifikasi, dan Panaggulangan Pengangguran

Kecenderungan perubahan dinamika lapangan kerja yang tidak lagi menjadikan ijazah sebagai persyaratan utama dalam menerima tenaga kerja.  Keterampilan dan kompetensi menjadi bagian penting dalam memasuki lapangan kerja. Secara melembaga atau secara pribadi para Wija to Suppa yang berkompoten dapat memprogramkan kesertaan angkatan kerja dikalangan Wija to Suppa untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja.

Beberapa orang Wija to Suppa yang sedang bekerja pada UPT dalam lingkup Dinas Ketenagakerjaan dapat diamanahkan untuk memfasilitasi segera regular Wija to Suppa untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. Wija to Suppa yang memiliki kemampuan untuk itu diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan memprioritaskan Wija to Suppa sebagai tenaga kerja sebagai bagian integral dari upaya penanggulangan pengangguran dan penyediaan lapangan kerja yang layak bagi Wija to Suppa.

Wija to Suppa harus dipersiapkan untuk menjadi pekerja berkategori tenaga terampil (skill labaor atau educated labor) sebagai bagian integral dari perwujudan dari Prinsip Dasar dari Suppa yang Bermartabat.
  

[nextpage title=”Penanggulangan Narkoba dan Pernikahan Dini”]
7. Penanggulangan Narkoba dan Pernikahan Dini

Isu Wija to Suppa yang terpapar narkoba telah menjadi perbincangan publik. Kasus penangkapan pengedar narkoba di Tarakan, Kalimantan Utara baru-baru ini melibatkan Wija to Suppa. Kasus ini perlu mendapat perhatian secara saksama dari para Wija to Suppa berkaitan dengan fenomena bahaya narkoba yang selalu berbentuk Fenomena Gunung Es.

Kasus penggunaan narkoba yang terungkap selalu hanyalah bagian yang sangat kecil dari fenomena sesungguhnya. Penggunaan narkoba yang sesungguhnya jauh sangat besar dibandingkan dengan kasus yang telah atau dapat terungkap. Bahaya penggunaan narkoba  menjadi ancaman laten terhadap upaya menghasilkan Wija to Suppa Unggul.

Penangulangan bahaya narkoba terhadap para Wija to Suppa harus dilakukan secara menyeluruh dimulai dari lingkungan rumah tangga, keluarga inti, serta lingkungan sekolah dan masyarakat. Upaya dilakukan bermula dari kehidupan keluarga yang harmonis dan peduli serta masyarakat sekitar yang memberikan dukungan pengawasan dan senantiasa memberikan pencerahan tentang bahaya narkoba. Kerukunan Keluarga Wija to Suppa berperan sentral melalui pendekatan kekeluargaan mendorong terciptanya kehidupan rumah tangga yang harmonis serta mendorong pengawasan bersama sebagai satu keluarga besar.

Pada prinsipnya, Wija to Suppa sesunguhnya sipoana sisumpunglolo yang bermakna sesungguhnya Wija to Suppa berasal dari satu keluarga besar sehingga anak tetangga adalah anak kita semua, anak orang juga anak kita. Setiap orang berkewajiban saling memperingati dan menasehati sebagai sesama Wija to Suppa dalam kerangka satu keluarga besar untuk kebaikan bersama. Kerukunan Keluarga Wija to Suppa sudah perlu bekerjasama dan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penanggulangan bahaya narkoba di kalangan Wija to Suppa.  

Kasus pernikahan dini dikalangan Wija to Suppa masih berlangsung sebagai bagian dari budaya. Pernikahan dini dengan segala konsekwensinya berkaitan dengan ancaman terhadap kesehatan reprodukasi wanita, kualitas turunan, dan berpotensi mendorong terjadinya kasus perceraian.

Pencegahan kasus pernikahan dini dapat didorong melalui upaya penyadaran dan meminta kepada pihak yang berwewenang untuk konsisten pada ketentuan hukum tentang pernikahan terutama terkait dengan persyaratan usia minimal menikah.
 

[nextpage title=”Pengembangan Investasi”]
8. Pengembangan Investasi

Wija to Suppa pada dasarnya mendukung penuh kegiatan investasi di Kecamatan Suppa. Investasi akan membuka dan meyediakan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Investasi yang telah berlangsung di Kecamatan Suppa baik dalam bentuk pribadi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ataupun Penanaman Modal Asing (PMA) yang secara agregat belum mampu merubah secara signifikan taraf hidup dan kemajuan masyarakat di Kecamatan Suppa. Diperlukan skema investasi yang menguntungkan semua pihak terutama masyarakat lokal.

Berkaca dengan kasus PT Biota Laut Ganggang (BLG) di Bela-Belawa masih menimbulkan sejumlah permasalahan terutama pada aspek prioritas rekruitmen dan penghargaan terhadap tenaga lokal serta komplain limbah yang mencemari perairan dan kawasan pertambakan di Kecamatan Suppa dan Kecamatan Lanrisang. Wija to Suppa mendorong kegiatan investasi di Kecamatan Suppa dengan tetap meminta kepada para investor untuk mematuhi ketentuan investasi di Indonesia termasuk keterpenuhan persyaratan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) secara riil dan konsekwen.

Para investor senantiasa berkewajiban memprioritaskan rekruitmen tenaga lokal, pemberian upah kerja yang layak dan adil bagi tenaga kerja lokal serta tidak menimbulkan kerusakan terhadap kelestarian alam dan lingkungan. Wija to Suppa secara melembaga melalui Kerukunan Keluarga Wija to Suppa perlu menjadi mitra aktif pemerintah dan DPRD dalam mendorong investasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan SDA di Kecamatan Suppa.
 

[nextpage title=”Pengembangan Infrastruktur”]
9. Pengembangan Infrastruktur

Pengembangan infrastruktur diperlukan dalam turut mendorong penciptaan iklim investasi yang kondusif. Pelebaran dan perbaikan jalan menjadi prasyaratan mutlak dalam mendorong pertumbuhan investasi di Kecamatan Suppa. Perhatian diperlukan pada penyediaan infrastruktur berkualitas. Infrastrtuktur berkualitas perlu dikedepankan untuk mengelola umur teknisnya.

Rehabilitas jalan dan jembatan yang sama secara berulang setiap tahun akan memboroskan anggaran negara, mempersulit masyarakat, dan melemahkan minat investasi. Pengembangan infrastruktur turut memprioritaskan kepentingan keberhasilan peningkatan produksi dan produktivitas usaha pertanian serta perikanan dan kelautan. Sejumlah saluran irigasi pertanian dan saluran tambak di Kecamatan Suppa memerlukan rehabilitasi sehingga secara optimal dapat mendukung peningkatan produksi dan produktivitas usaha pertanian serta perikanan dan kelautan.   
  

[nextpage title=”Pengembangan Pertanian”]
10. Pengembangan Pertanian

Tata kelola usaha pertanian di Kecamatan Suppa umumnya masih bersifat usaha skala kecil dan bersifat subsistem dengan tingkat penerapan teknologi masih kategori tradisional. Petani di Kecamatan Suppa umum adalah petani polivalen. Petani polivalen adalah petani yang memiliki berbagai usaha tani atau mengelola berbagai komoditas pertanian.

Potensi lahan yang masih luas menyebabkan petani berpeluang mengelola berbagai usaha tani dan komoditas. Konsekuensinya, petani di Kecamatan Suppa belum fokus pada komoditas tertentu. Konsep One Village One Commodity (OVOC) yang diterapkan di Jepang dan beberapa negara maju lainnya dapat diadopsi dengan ketentuan didukung dengan kesiapan berbagai faktor dari hulu hingga hilir terutama terkait dengan kepastian harga dan pasar. Dukungan kesiapan pada tingkat on farm hingga off farm menentukan keberhasilan penerapan Model OVOC.
 
Kasus pertanaman cengkeh dan kakao (coklat) secara masal dapat dijadikan pembelajaran. Tingkat harga cengkeh yang tinggi pada periode 1970-an mendorong petani beramai-ramai membudidayakan cengkeh. Petani pun fokus pada pilihan membudidayakan komoditas cengkeh yang mendorong terjadinya peningkatan produksi yang berdampak terhadap jatuhnya harga cengkeh pada tingkat terendah.

Stabilitas harga coba dikendalikan melalui pembentukan Badan Penyanggah dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) pada era tahun 80-an yang pada prakteknya bersifat monopoli dan tidak menguntungkan petani. Petani menebang dan mengganti komoditas pertanaman dengan kakao. Pemerintah mensyaratkan kakao yang dipasarkan wajib difermentasi. Kebijakan fermentasi tersebut tidak diikuti dengan pemberlakukan harga yang berbeda dengan kakao tanpa fermentasi.

Mayoritas petani di Indonesia tidak memproduksi kakao yang difermentasi sehingga menyebabkan harga kakao Indonesia jatuh di pasar dunia. Keterlambatan peremajaan atau penggunaan bibit unggul menyebabkan produktivitas komoditas kakao terus menurun. Pengembangan pertanian di Kecamatan Suppa memerlukan pendekatan holistik dan terintegratif pada tingkat on farm maupun off farm.

Diversifikasi produk komoditas pertanian di Kecamatan Suppa dapat dilakukan secara paralel dengan memprioritaskan komoditas tertentu sebagai komoditas unggulan dengan dukungan ketersediaan input produksi, teknologi, serta kepastian pasar dan harga. Pengembangan komoditas tertentu di Kecamatan Suppa menjadi komoditas unggulan dilakukan berbasis masyarakat (community base management) sebagai pilihan terbaik dibandingkan dengan sistem korporet (corporate base management).
  
Posisi persawahan di Kecamatan Suppa yang berada di ujung jaringan irigasi Bendung Saddang memerlukan perencanaan pertanaman yang mengacu pada tata kelola irigasi dan air. Sistem pertanaman yang masih dipengaruhi oleh sistem budaya seperti peran para “sandro” yang sering kali bertentangan dengan sistem tata kelola dan distribusi air irigasi menyebabkan kelangkaan air pada musim pertanaman padi.

Adopsi teknologi spesifik lokal dan sinkronisasi dengan sistem distribusi air irigasi perlu dikembangkan melalui koordinasi dengan pihak yang tekait dengan sumber inovasi/IPTEK dan teknologi maju, dinas terkait, dan pengambil keputusan tata kelola irigasi.

Pengembangan komoditas pertanian di Kecamatan Suppa perlu didorong dari subsistem berubah menjadi sistem agribisnis. Pengembangan komoditas tertentu senantiasa berorientasi pasar dan perolehan pertambahan nilai. Setiap rumah tangga petani komoditas tertentu dihimpun dalam satu sistem produksi sehingga dipastikan dapat memenuhi kouta pasar berdasarkan kontrak Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan buyer atau industri tertentu.

Berdasarkan kontrak tersebut, petani diorganisir untuk memenuhi kouta pasar dengan prinsip saling menguntungkan. Dalam proses negoisasi, pembuatan kesepakatan bisnis, penyediaan sarana produksi, proses produksi, pasca-panen, dan pemasaran, petani diorganisir atau dihimpun dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Secara keseluruhan kinerja Gapoktan dan BUMDES di Kecamatan Suppa masih jauh dari harapan. Gapoktan dan BUMDES belum secara riil berperan dalam mendorong peningkatan produksi dan kemampuan petani mengintervensi pasar. Gapoktan dan BUMDES harus mampu mendorong terjadinya konsolidasi lahan, ketersediaan input produksi, peningkatan produktivitas, serta kepastian harga dan pasar sehingga produksi usaha tani terus meningkat dan dapat mewujudkan kesejahteraan petani secara ril dan berkelanjutan.

Wija to Suppa berperan mendorong pengembangan pertanian di Kecamatan Suppa dalam sistem bisnis (agribisnis) terpadu serta merevitalisasi Gapoktan dan BUMDES menjadi lembaga yang akan menjembatani terwujudnya pertanian modern di Kecamatan Suppa. 
 

[nextpage title=”Pengembangan Perikanan”]
11. Pengembangan Perikanan

Kecamatan Suppa telah mengukir sejarah menjadi bagian penting dari pengembangan perikanan nasional khususnya budidaya udang windu (Penaeus monodon) di Indonesia. Berdasarkan tulisan Ali Poenomo (1965), seorang pakar dan insiator budidaya udang windu  di Indonesia. Uji coba budidaya udang windu pertama kali di Indonesia di lakukan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menggunakan benih udang (benur) hasil tangkapan alam diantaranya dari Pantai Kecamatan Suppa.

Pembenihan (hatchery) udang windu pertama kali dibangun oleh pemerintah di Paotere, Makassar. Sedangkan pembenihan udang yang pertama kali dibangun oleh pihak swasta di Indonesia dilakukan oleh Wija to Suppa atas nama Andi Oemar yang lebih dikenal dengan Petta Umma di Desa Tasiwalie, Kecamatan Suppa pada era tahun 70-an. Andi Oemar adalah pengusaha besar dijamannya yang memiliki jaringan bisnis hingga ke Singapura. Instalasi pembenihan udang tersebut telah direnovasi menjadi tempat kediaman Andi Hasan. Beberapa peninggalan berupa rerentuhan bak dan fasilitas lainnya masih ditemukan dan dapat dijadikan sebagai monumen pengembangan budidaya udang di Indonesia.  

Usaha pertambakan udang windu di Kecamatan Suppa telah terbengkalai atau collapse sejak tahun 1998. Praktek budidaya udang yang tidak ramah lingkungan terutama adaptasi terhadap kesesuaian dan daya dukung lahan, penggunaan pestisida kimia terutama jenis thiodan serta penggunaan pupuk dan pakan buatan yang berlebihan atau melebihi anjuran teknis telah merusak tanah serta ekosistem tambak dan daya dukung lingkungan. Konversi lahan sawah menjadi tambak udang dan ikan tanpa dukungan persyaratan teknis telah menyebabkan meluasnya kejadian gagal panen udang. Sebagian lahan konversi tersebut dan lahan tambak lainnya secara teknis tidak memenuhi persyaratan untuk budidaya udang. Lahan tersebut tidak dapat dipaksakan untuk memproduksi udang windu. Pilihan rasional adalah dengan membudidayakan ikan bandeng.

Rehabilitasi lahan di Desa Tasiwalie dan Desa Wiringtasi memerlukan waktu sekitar tujuh tahun untuk dapat kembali memproduksi udang windu. Penemuan Phronima suppa (Phronima sp) menjadi instrumen penting dalam pengembalian kejayaan udang windu tidak hanya di Kecamatan Suppa tetapi di Kabupaten Pinrang.

Dalam proses pemulihan budidaya udang windu di Kabupaten Pinrang, pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Pinrang sebagai percontohan budidaya udang windu di Indonesia.

Food and Agriculture (FAO) lembaga yang bernaung di Bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan percontohan budidaya udang windu dengan aplikasi Phronimna suppa di Kecamatan Lanrisang dalam Ecosystem Approach to Aquaculture Project. 

Dalam rangka peningkatan nilai tambah, usaha perikanan perlu didorong ke arah hilirisasi dan industrialisasi atau tidak lagi mengandalkan pada produk dalam bentuk bahan baku (raw material) tetapi telah menghasilkan barang jadi atau barang setengah jadi.

[nextpage title=”Pengembangan Industri “]
12. Pengembangan Industri 

Peningkatan nilai tambah (added value) produk pertanian dan perikanan didorong melalui proses hilirisan dan industrialisasi. Produk udang windu Kabupaten Pinrang termasuk Kecamatan Suppa diklaim sebagai udang berkualitas premium sehingga sangat diminati oleh pasar ekspor.

Usaha budidaya udang di Kecamatan Suppa sebagian telah beralih ke udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang pasarnya sangat kompetitif dan tingkat harga yang lebih rendah. Salah satu buyer utama udang windu di Kabupaten Pinrang adalah PT. Alter Trade Indonesia (ATINA) memasarkan udang windu ke Jepang serta sedang dalam proses sertifikasi untuk pemasaran ke Eropa dan Amerika. Prosesing akhir udang windu Kabupaten Pinrang dilakukan di Kantor Pusat PT. ATINA di Sidoarjo.

Prosesing di Kabupaten Pinrang hanya skala kecil (miniplant) sehingga penerimaan nilai tambah akan lebih banyak diperoleh oleh masyarakat dan Pemda Kabupaten Sidoarjo. Dalam rangka peroleh nilai tambah yang lebih tinggi dari ekspor udang windu, diharapkan PT. ATINA melakukan prosesing akhir di Kabupaten Pinrang.

Desa Wiringtasi telah ditetapkan menjadi Desa Prioritas Nasional oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencana Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) diantaranya dengan program wisata, pengolahan ikan, dan industri pakan buatan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Hasilnya, tidak memadai dan berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena tidak beroperasi dengan baik sesuai peruntukannya.

Wija to Suppa dapat berperan memberikan pendampingan dan penguatan sehingga amanah pemerintah pusat tersebut dapat dipenuhi dan Kecamatan Suppa tepat menjadi lokasi percontohan program nasional.

Wija to Suppa telah mengembangkan usaha kerajinan berupa batik Shibori dan mebel yang dapat turut diproduksi di Kecamatan Suppa melalui pelibatan masyarakat untuk mendorong peningkatan pendapatan sekaligus menjadi komplomenter dari pengembangan pariwisata dan peningkatan daya tarik objek wisata di Kecamatan Suppa. 
  

[nextpage title=”Kepemilikan dan Akses terhadap Tanah”]
13. Kepemilikan dan Akses terhadap Tanah

Sumberdaya tanah telah menjadi sarana utama faktor ekonomi serta akses sosial dan budaya.  Fungsi tanah amat sangat penting bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan Wija to Suppa. Kepemilikan tanah akan menjadi sumberdaya yang penting untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha ekonomi produktif.

Tanah menjadi simbol dan ikatan sosial dan budaya yang berperan penting dalam menghimpun dan mempersatukan para Wija to Suppa dalam satu kekerabatan dan ikatan keluarga.

Kepemilikan tanah dan rumah di Suppa oleh Wija to Suppa akan selalu menarik para Wija to Suppa untuk dapat selalu kembali ke Suppa.

Pengalihan kepemilikan tanah pada beberapa kasus di Indonesia seperti pada kasus masyarakat Betawi menyebabkan masyarakat lokal terpinggirkan dan marjinal di tanah lelehurnya sendiri. Saat ini orang Betawi di Jakarta telah menjadi penonton di rumahnya sendiri.

Hal ini seyogianya menjadi pembelajaran bagi para Wija to Suppa untuk tidak melepas kepimilikan tanah kepada orang lain dalam kondisi sesulit apapun. Perlu dibuatkan regulasi formal dan legal oleh pemerintah setempat serta konsensus  para Wija to Suppa untuk tidak melepas hak kepemilikan atas aset tanah kepada orang lain yang bukan Wija to Suppa.   

[nextpage title=”Pengembangan Pariwisata “]
14. Pengembangan Pariwisata 

Inisiasi objek wisata Lowita tidak terpisahkan dari kejadian penurunan harga udang windu secara drastis pada bulan Juni 2015. Pada minggu I bulan Juni 2015 harga udang windu size 40 (40 ekor/kg) masih mencapai Rp 94.000 per kg dan menurun drastis menjadi Rp. 49.000 per kg pada pertengahan bulan Juni.

Volume panen dalam skala besar terjadi pada minggu kedua Juni yang justru dihargai hanya sebesar Rp. 49.000 per kg. Situasi ini menimbulkan kepanikan dan keresahan masyarakat yang mendorong lahirnya upaya baru yang disepakati dengan pengembangan Objek Wisata Lowita yang memiliki multiplier effect.

Kegiatan wisata akan mendorong berkembangnya usaha yang terkait seperti usaha pondokan, kuliner, transportasi dan usaha terkait lainnya. Status lahan di dalam Kawasan Wisata Lowita bersifat kepemilikan pribadi sehingga menyulitkan dilakukan intervensi langsung dari pemerintah. 

Kecamatan Suppa masih memiliki peluang untuk pengembangan objek wisata dengan memanfaatkan potensi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat. Wija to Suppa perlu mempelopori identifikasi dan pengembangan objek wisata baru yang dipersiapkan secara terstruktur dan sistematis serta marketable.

Kawasan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) terletak di Teluk Pare atau tepatnya di Desa Wiringtasi. TPI telah dilengkapi dengan fasilitas gedung, dermaga, dan cold storage  potensial dioptimalkan menjadi salah satu spot wisata.  

[nextpage title=”Jati Diri dan Marwah”]
15. Jati Diri dan Marwah 

Wija to Suppa adalah bagian dari peradaban Manusia Bugis yang telah dikenal melanglang buana atau telah menjadi bagian dari masyarakat global.

Di beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia masih ditemukan Kampung Bugis. Jejak langkah Wija to Suppa telah ditemukan hampir diseluruh Wilayah Indonesia bahkan hingga ke Singapura dan Malaysia. Wija to Suppa mampu bertahan hingga hari ini karena konsistensi pada prinsip hidup dan tekad untuk berani menghadapi tantangan kehidupan.

Jati diri dan marwah Wija to Suppa yang membuat Orang Suppa tetap eksis hingga sekarang tersebut perlu direvitalisasi dan diteruskan dari generasi ke generasi melalui bahasa tutur, pembelajaran formal dan non formal, role models serta media kontemporer diantarnya melalui media sosial dan buku.

Pelajaran sejarah di sekolah-sekolah di Kecamatan Suppa seharusnya ikut menyajikan nilai kejuangan Orang Suppa terutama sejarah perjuangan Bau Massepe (Datu Suppa) sebagai Pahlawan Nasional dan para suhada Korban 40.000 jiwa untuk melestarikan jati diri dan marwah Wija to Suppa.

Pembangunan yang dilaksanakan di Kecamatan Suppa senantiasa memperhatikan keberdayaan masyarakat lokal dengan membuka ruang need assessment secara holistik yang berdampak langsung maupun tidak langsung sehingga menimbulkan rasa memiliki yang kuat dan berkelanjutan terhadap Suppa, tanah leluhur dan tanah dewata. Pembangunan yang memihak tersebut turut memperhatikan keterwakilan dan kesertaan gender khususnya terhadap sumber-sumber ekonomi produktif dan pelibatan dalam pemberdayaan dan pelatihan. 

[nextpage title=”Penulisan Buku”]
16. Penulisan Buku

Sejarah gemilang Wija to Suppa sejak era Tumanurung hingga hari ini telah tercatat dalam cacatan sejarah di antaranya dalam bentuk buku. Penulis buku adalah bukan Wija to Suppa sehingga tidak lengkap dan kemungkinan bersifat subyektif. Dalam upaya pelestarian jati diri dan marwah Wija to Suppa sangat mendesak penulisan buku yang dilakukan sendiri oleh para Wija to Suppa.

Pada tahap awal ini, diusulkan judul “Suppa dalam Diksi Sejarah, Peradaban, dan Kemajuan Nusantara: Wija to Suppa Lintas Zaman dan Generasi”. Usulan judul ini memerlukan kesepakatan sebagai bagian dari penentuan isi buku dan penetapan kontributor tulisan. 

Secara teknis akan ditetapkan kemudidan terkait dengan teknis penulisan dan penerbitan buku tersebut dan menjadi salah satu agenda penting pada acara Rembuk Nasional Wija to Suppa.

[nextpage title=”Perwajahan Suppa”]
17. Perwajahan Suppa

Perwajahan Suppa akan menjadi simbolis kebanggaaan bagi para Wija to Suppa dan inspirasi pengahargaan bagi orang lain terhadap Wija to Suppa. Suppa memerlukan wajah baru berupa land mark baru. Pembangunan ikon baru Suppa perlu segera diwujudkan dalam jangka pendek.

Ibu Kota Kecamatan Suppa yang terletak di Kelurahan Watang Suppa memerlukan perwajahan baru dengan memuculkan ikon baru. Taman segitiga di sekitar Kantor Camat Suppa yang menjadi pembagi jalur (separator) jalan ke Marabombang dan Wanuae dapat menjadi prioritas spot untuk pengembangan ikon baru untuk dijadikan perwajahan baru Suppa.

Kondisi taman dan tugu saat ini perlu ditata ulang dalam bentuk taman asri dan patung ikonik yang dapat dirancang dan dikerjakan oleh Wija to Suppa sendiri atau orang lain yang memilki kompetensi sebagai perupa atau landscaper. 

[nextpage title=”Ibu Kota Negara Baru”]
18. Ibu Kota Negara Baru

Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur menjadi momen penting dalam pengembangan peran dan kontrubusi Wija to Suppa secara nasional.  Ibu kota negara tetap menjadi magnet bagi pengembangan ekonomi, sosial, budaya, pemerintahan, dan politik nasional.

Posisi tersebut menjadi peluang bagi Wija to Suppa untuk mencapai berbagai peluang ekonomi, sosial, budaya, pemerintahan, dan politik secara nasional. Keberadaan Wija to Suppa yang memegang posisi dan peran penting di Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur pada umumnya dapat dijadikan lokomotif untuk menarik gerbong Wija to Suppa untuk berkiprah pada level nasional.

Isu ini menarik untuk menjadi topik khusus dalam Rembuk Nasional Wija to Suppa untuk mendorong kiprah Wija to Suppa dalam Kemajuan Nasional.

[nextpage title=”Momentum Penting Halal bi Halal 1441 H”]
19. Momentum Penting Halal bi Halal 1441 H 

Momen Hal bi Halal 1441 H akan menjadi momentum bertemunya para Wija to Suppa dari seluruh penjuru daerah bahkan dari berbagai negara sebagai bagian dari ritual peringatan Hari Raya Idul Fitri yang selalu hiruk pikuk dengan peristiwa Mudik Lebaran.
Daya tarik kampung halaman, Suppa selalu memanggil untuk senantiasa pulang ke Suppa. Momen ini dapat dimaksimalkan dengan menyelenggarakan Rembuk Nasional Wija to Suppa atau penamaan lain yang semakna yang dimaksudkan menjadi ajang konsolidasi emosional dan lahiriah untuk membangun komitmen mewujudkan Suppa yang Berkemajuan dan Bermartabat.

Agar momentum yang langka tersebut tidak berlalu begitu saja, Perayaan Halal bi Halal Wija to Suppa 1441 H perlu dipersiapkan secara khusus dan matang untuk mewujudkan niat dan cita-cita mulia para Wija to Suppa untuk dapat melihat tanah leluhurnya setara bahkan lebih maju dari daerah lain yang telah terkemuka di nusantara. Hal ini sebagai bagian dari penegakan harga diri Wija to Suppa yang senantiasa memegang teguh nilai siri na pesse dan semangat resopa temmangingi na letei pammase
dewata.

Disepakati kerabat kita, Faisal Syahruddin sebagai nakhoda dan dibantu oleh para anak muda yang bergabung dalam Kesatuan Pelajar dan Mahasiswa Pinrang (KPMP Suppa) sebagai pengelola operasional.

Halal bi Halal yang dirangkaikan dengan Rembuk Nasional Wija to Suppa, Insya Allah dilaksanakan pada hari ketiga lebaran atau tanggal 3 (tentatif) Syawal 1441 H di Kecamatan Suppa, Pinrang dengan berbagai rangkaian acara seperti bakti sosial, olah raga, permainan rakyat, dan hiburan. 

Demikian rumusan ini dibuat dan akan disempurnakan dengan memperhatikan perkembangan pemikiran dan kontribusi ide para Wija to Suppa yang disampaikan kemudian.

Makassar, 29 Februari 2020/5 Rajab 1441 H

Tim Perumus:
Andi Tanrasula Wanreng
Saiful Saleh

 

Bagikan:

  • Click to share on X (Opens in new window) X
  • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Click to share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • More
  • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
  • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
  • Click to share on Pocket (Opens in new window) Pocket
  • Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Click to share on Reddit (Opens in new window) Reddit
  • Click to print (Opens in new window) Print

Like this:

Like Loading...

Related

Tags: suppaWija To Suppawijatosuppa
Inipasti

© 2024 inipasti.com - Hanya yang pasti-pasti aja inipasti.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

© 2024 inipasti.com - Hanya yang pasti-pasti aja inipasti.

%d