INIPASTI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin yang merupakan salah satu universitas terkemuka di Indonesia dengan upaya dan usaha keras demi tercapainya sistem akademik terprogram berbasis world class. Terbentuklah Global Development Learning Network (GDLN) merupakan salah satu sisi kampus Unhas yang inovatif dalam proses pembelajaran secara jarak jauh. GDLN Unhas dibentuk melalui kerjasama dengan bank dunia (World Bank) sejak tahun 2003. Pada saat itu, World Bank memilah beberapa universitas di Indonesia untuk diberikan dana hibah.
GDLN Unhas mulai beroperasi pada tahun 2005. Segala kebutuhan teknologi dan sumber daya manusia yang berkompeten sudah dibenahi. Salah-satunya teleconference yang merupakan langkah awal beroperasinya GDLN di Unhas. Unhas sendiri telah mengadakan teleconference ratusan kali baik nasional maupun internasional. Status GDLN Unhas merupakan bagian Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) Unhas yang saling terkoordinasi untuk mengadakan program pembelajaran kelas jarak jauh. GDLN Unhas telah direnovasi satu kali ini, menempati lantai tiga Pusat Kegiatan Penelitian Unhas sejak didirikan.
Menurut Ketua GDLN Unhas, Andi Dirpan, STP., M.Si., PhD dibentuknya GDLN sebagai bagian layanan bagi civitas akademika Unhas melakukan teleconference tanpa ada pemungutan biaya.
Hanya Unhas yang memiliki GDLN terpadu di kampus bagian Indonesia timur. Selain itu juga, ada beberapa universitas yang terpilih di Indonesia, seperti Universiatas Udayana (Unud) Bali, Universitas Riau (Unri) Kepulauan Riau dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Upaya kerja keras mengikuti proses seleksi membuahkan hasil bagi Unhas yang dapat menerapkan kelas jarak jauh baik nasional maupun internasional. Semua kampus yang terpilih masing-masing memiliki materi teleconference yang khas. Unhas contohnya, telah menjadi pemateri tentang La Galigo, malaria dan lain sebagianya yang terhubung berbagai universitas seluruh belahan dunia. Tercatat 90 titik universitas terpilih di seluruh dunia yang memiliki karakteristik tersendiri yang diikutkan teleconference secara berkala sampai sekarang.
GDLN merupakan suatu sarana pembelajaran dengan menggunakan teknologi dan teknik jaringan jarak jauh. Tujuannya agar seluruh Sivitas akademika baik mahasiswa, dosen dan para pihak birokrasi dapat berbagi pengetahuan dan informasi dengan seluruh institusi di berbagai belahan dunia lewat e-learning dan teleconference.
Perkembangan teknologi komunikasi membawa perubahan pada proses penyampaian informasi. Bentuk informasi yang disampaikan tidak hanya audio, tetapi juga visual. GDLN Unhas beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menggunakan telekomunikasi audio dan video untuk membawa orang-orang saling terhubung.
GDLN Unhas memiliki konsep konferensi video sama seperti percakapan antara dua orang (point-to-point) tetapi itu dulu. GDLN Unhas sekarang, dapat melibatkan beberapa tempat (multi-point) dengan lebih dari satu orang di ruangan besar pada tempat berbeda. Selain pengiriman audio dan visual kegiatan pertemuan. GDLN juga dapat dapat berbagi dokumen, informasi yang diperlihatkan komputer, dan papan tulis.
GDLN telah melakukan ratusan kali kegiatan baik berupa Video Conference, Workshop dan kuliah umum yang terhubung dalam negeri maupun di luar negeri. Bukan hanya itu, GDLN juga mewadahi mahasiswa semester akhir. Salah satu contohnya Mahasiswa Ilmu Teknologi Pangan mengadakan ujian thesis di Unhas lewat layar dengan pihak kampus tempat kuliah magister di Universitas Wageningen Belanda.
(Dhirga Erlangga)










