INIPASTI.COM, MAKASSAR – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa menyinggung masalah anggaran pendidikan tinggi di Indonesia yang dinilainya besar. Ia menyayangkan, lembaga pendidikan formal di Indonesia belum mampu menembus rangking 500 dunia. Dunia pendidikan Indonesia seperti cerita bersambung tidak pernah bisa diurai dengan tuntas. Para elite Indonesia lebih cenderung memikirkan soal politik ketimbang pendidikan. Politik Indonesia menguasai panggung kehidupan. Kondisi ini menyebabkan akselerasi pembangunan ekonomi terganggu.
Menteri Sosial RI hadir pada Seminar Sehari dan Temu Alumni Ikatan Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Sandeq Room Hotel Clarion, Jl AP Pettarani Makassar, Sabtu (24/12). Pada kesempatan itu, Khofifah menyayangkan, anggaran berkisar Rp 416 triliun belum mampu membawa Perguruan Tinggi (PT) untuk masuk kategori rangking 500 universitas terbesar di dunia. Menteri yang pernah sangat dipercaya oleh Presiden Gusdur ini, dikenal oleh kalangan Islam sebagai aktor yang mengusung Islam Moderat.
Baca juga :Bekal Pendidikan Logika Bagi Pelajar untuk Filter Berita Hoax
“Apa yang sebenarnya menjadi masalah? sehingga anggaran pendidikan yang begitu besar tidak bisa membawa satupun Perguruan Tinggi kita masuk di kategori 500 perguruan tinggi di dunia,” ujarnya di hadapan puluhan anggota IKA UMI.
Pada kegiatan dengan tema “Peningkatan Pemahaman tentang NKRI dan Pengembangan Potensi dan Karir Alumni UMI”, Khofifah membawakan materi terkait Peranan Perguruan Tinggi (PT) untuk Meningkatkan Produktifitas Bangsa.
Banyak yang meyakini, Perguruan Tinggi memiliki peranan yang besar dalam pembangunan ekonomi. Pendidikan juga dapat menjadi palang pintu seni budaya nusantara. Pendidikan selain meningkatkan ketrampilan orang dewasa, dan anak-anak, juga akan mendorong kesehatan masyarakat yang berkualitas.
Khofifah juga menambahkan, era sekarang merupakan era berkompetisi, terutama perguruan tinggi yang baik dan bersaing antar provinsi maupun bersaing antar dunia.
“Era sekarang kan era berkompetisi, sekarang kita memikirkan bagaimana caranya agar perguruan tinggi kita mampu bersaing antar dunia agar PT kita masuk dalam kategori World Class University,” tambahnya.
Ia berharap ada konektivitas dengan pemerintah dan seluruh stakeholder. Sehingga seluruh stakholder bisa berjalan bersama bersinergi agar mampu membawa PT di Indonesia bisa mendunia.
Selain Menteri Sosial RI, Khofifah Indah Parawansa, hadir juga Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Arifin Nu’mang, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, dan seluruh alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI).(*)
Baca juga :Guru Besar UI, Pemateri Seminar Nasional Fikom UMI Makassar
//










