IBU Negara AS, Michelle Obama, ikut serta sumbang pidato mendukung Capres AS Hillary Clinton, dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat di Philadelphia.
Saat wanita itu berpidato, suasana hening, serius menyimak setiap kata yang disampaikan sang Ibu Negara.
Sebabnya, bukan karena dia tampak cantik seperti biasa dalam balutan gaun biru rancangan Christian Siriano, tapi karena dia menyampaikan salah satu pidato yang paling emosional yang pernah dia sampaikan.
Satu baris kalimat yang sangat menonjol dalam kata-katanya, bahkan Michelle Obama sendiri mengaku tidak bisa membantu, tapi ini adalah sisi rentan yang selalu dia ucapkan setiap bangun pagi: “Di sebuah rumah yang dibangun oleh para budak,” dan melihat anak-anaknya memiliki peluang yang indah pada hari ini.
“Itu adalah cerita tentang negara ini, cerita yang telah membawa saya ke tahap ini malam ini, cerita tentang generasi orang-orang yang merasakan cambukan perbudakan, rasa malu perbudakan, pedihnya pemisahan, tapi siapa yang terus berjuang dan berharap dan melakukan apa yang perlu dilakukan. Tapi hari ini, aku bangun setiap pagi di sebuah rumah yang dibangun oleh para budak,” kata Michelle Obama dengan suara serak.
“Dan saya menonton putri saya, dua orang putri yang cantik, wanita muda kulit hitam yang cerdas, bermain dengan anjing mereka di halaman gedung putih ini. Dan karena Hillary Clinton, putri saya dan semua putra dan putri kami, sekarang dapat mengantarkan perempuan menjadi presiden Amerika Serikat,” ujarnya.










