Ada beberapa informasi terkait rencana Muhammadiyah untuk mendirikan bank sendiri, khususnya bank syariah, yang muncul dalam beberapa tahun terakhir dan kembali ramai diperbincangkan pada 2025. Berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini, 25 Februari 2025, berikut adalah ulasan singkatnya:
Muhammadiyah telah lama memiliki wacana untuk mengembangkan bank syariah sendiri sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi umat dan mengelola dana organisasi secara mandiri. Wacana ini mulai mengemuka sejak beberapa tahun lalu, misalnya pada akhir 2020, ketika organisasi ini dikabarkan tengah mengkaji pendirian “Bank Syariah Muhammadiyah.” Tujuannya adalah untuk menciptakan lembaga keuangan yang selaras dengan nilai-nilai syariah sekaligus mendukung ekosistem ekonomi internal Muhammadiyah, yang memiliki banyak badan usaha, seperti sekolah, universitas, dan rumah sakit.
Pada 2025, isu ini kembali mencuat dengan perkembangan lebih konkret. Berdasarkan pernyataan dari Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mukhaer Pakkanna, pada Februari 2025, Muhammadiyah disebut akan segera meluncurkan bank syariah sendiri pada pertengahan tahun ini. Rencana ini mendapat dukungan luas dari kalangan simpatisan di media sosial seperti X, di mana banyak warganet menyambut positif langkah ini sebagai upaya Muhammadiyah untuk memperkuat kemandirian finansial. Beberapa di antaranya bahkan mengusulkan nama seperti “BanksaMu” (Bank Syariah Muhammadiyah) agar terdengar unik dan tidak tumpang tindih dengan bank syariah lain seperti Bank Syariah Indonesia (BSI).
Latar belakang rencana ini juga dikaitkan dengan dinamika sebelumnya, seperti rumor pada 2024 bahwa Muhammadiyah mempertimbangkan bank sendiri setelah tidak melanjutkan kerja sama dengan BSI. Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang merinci nama bank, struktur kepemilikan, atau tanggal pasti peluncurannya. Namun, langkah ini konsisten dengan visi organisasi untuk memperluas pengaruhnya di sektor ekonomi, terutama setelah mendapat jatah pengelolaan tambang bekas PT Adaro Energy Tbk pada awal 2025, yang menunjukkan kapasitas finansial dan organisasi yang semakin besar.
Jadi, meskipun berita ini masih dalam tahap rencana dan belum sepenuhnya terwujud, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Muhammadiyah serius menuju pendirian bank syariah sendiri, dengan target peluncuran sekitar pertengahan 2025. Untuk informasi lebih pasti, kita perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak Muhammadiyah.










