INIPASTI.COM, TAKALAR – Setelah melalui proses tahapan persiapan, yang dilakukan sejak pertengahan tahun ini, pembangunan Bendungan Pammukkulu di Kabupaten Takalar secara resmi dimulai dengan dilakukannya Penandatanganan kontrak pembangunan Bendungan.
Bendungan Pammukulu dibangun secara multiyears dengan total keseluruhan anggaran mencapai Rp 1,7 triliun di mana pengerjaan dibagi dalam dua paket. Masing-masing paket pertama akan dikerjakan PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 852 miliar lebih, dan paket dua dikerjakan PT Nindya Karya dengan kontrak Rp 842 miliar lebih, sedangkan
supervisi nilai kontraknya Rp 53 miliar.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, T Iskandar, menyebutkan bendungan ini memiliki daya tampung 82,7 juta meter kubik.
“Pamukkulu akan menjadi waduk terbesar ketiga di Sulsel setelah Bili-bili dan Passelorang,” kata Iskandar, Rabu kemarin
Lebih jauh, Ia menyebutkan bendungan ini akan mengairi irigasi seluas seluas 6.430 hektar. Selain itu, memberikan daya PLTA 25 MW, mengendalikan banjir 430 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku. Pembangunan Bendungan ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Kementrian Keuangan pada Oktober lalu.
“Tanah yang harus dibebaskan untuk pengerjaan bendungan sekitar 640 hektar,”imbuhnya
Sementara, Kepala Pusat Bendungan mewakili Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum, Ni Made Sumiarsih, mengatakan, ada 65 bendungan yang dibangun di seluruh Indonesia. Bendungan Pammukulu merupakan satu dari sembilan bendungan yang dilaksanakan tahun ini.
“Bendungan Pammukulu ini merupakan yang pertama dilakukan penandatanganan kontrak kerja di seluruh Indonesia, dari sembilan bendungan yang dimulai tahun 2017 ini,” ujarnya.
Ni Made, menambahkan, pembangunan Bendungan Pamukkulu dilaksanakan hingga tahun 2021 mendatang, “Terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mari kita laksanakan pekerjaan ini tepat waktu,”katanya (Iin Nurfahraeni)










