Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri, Rabu (6/7), menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.
Setelah selama satu bulan warga muslim di seluruh dunia menjauhkan diri dari makan dan minum pada siang hari, maka di Idul Fitri, hari dimulai dengan doa dalam bentuk salat Id dan dilanjutkan dengan kunjungan keluarga dan pesta.
Bagi para pengungsi akibat perang di Suriah dan Irak, Idul Fitri dilaksanakan jauh dari rumah. Di sebuah kamp resmi dekat Lebanon, yaitu di Lembah Bekaa, ada mana banyak pengungsi Suriah yang juga merayakan Idul Fitri yang disesaki dengan kerinduan akan kampung halaman mereka.
“Kami saling menyapa, kami berharap kami akan kembali ke Suriah. Saya harap kami semua kembali ke Suriah,” kata Mohammed (24), yang melarikan diri dari Suriah sekitar tiga tahun yang lalu. “Eid ini datang setahun sekali, kami senang untuk satu hari, tidak lebih.”
Idul Fitri juga dirayakan di beberapa negara Timur Tengah, Asia dan Afrika. Di Mogadishu, ratusan warga muslim berkumpul di stadion terbuka untuk salat, sementara di Addis Ababa, pria bernyanyi setelah melaksanakana salat Id. Sementara di Karachi, Pakistan, perayaan Idul Fitri ditandai dengan festival yang digelar di bawah pengamanan ketat oleh polisi dan tentara.
Sementara di Eropa, warga muslim di Yunani melaksanakan salat Id di masjid yang ada di Athena. Di ibukota Yunani tersebut, telah ada masjid resmi sejak merdeka dari Turki Ottoman pada tahun 1832.










