INIPASTI.com, MAKASSAR. Langkah Nurdin Abdullah (NA) di pentas politik Pilgub Sulsel 2018 mulai tersendat. Partai politik andalannya PPP telah resmi memberi dukungan atau rekomendasi kepada Ichsan Yasin Limpo (IYL), yang berpasangan dengan Cakka, pada 29/7/17, ketika IYL mengumumkan pasangannya di CCC Makassar. PPP tidak hanya mengecewakan NA, tetapi juga membuat NH yang ingin membangun koalisasi gemuk di Sulsel “kehilangan” muka. Pasalnya, PPP ditengarai sebagai “parpol istana” yang bakal membangun koalisi dengan partai-partai pendukung Jokowi. Banyak yang menduga PPP akan mengekor ke mana arah PDIP, Golkar dan Nasdem. Tapi panggung politik di Sulsel rupanya memiliki cara lain untuk memecah barisan parpol yang sudah menyatu di tangan Jokowi itu.
IYL memang bukan aktor politik kemarin sore, ia bisa menjungkir balikkan keadaan politik. Kemampuan politiknya mumpuni. Ia memiliki pengalaman yang luar biasa. Salah satu hal terpenting dalam politik adalah kemampuan meyakinkan teman dan lawan. Dalam politik bukan hanya soal kemampuan mencitrakan diri, tetapi pengalaman dan feeling politik sangatlah penting. Sejauh ini IYL bisa dikatakan mulus, karena berhasil meyakinkan banyak kalangan, kini IYL sudah di ambang gerbang untuk memasuki panggung kontestasi Pilgub 2018 mendatang.
Sementara itu, Agus Arifin Nu’mang dikabarkan fokus menggarap partai politik yang potensial memberikan dukungan kepadanya. Agus tidak mendaftarkan diri di PPP, mungkin feeling politiknya sudah mencium gerakan politik yang dimainkan IYL. Agus juga dikabarkan serius mengatur langkah untuk berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham. Menurut orang dekat Ilham, hampir dipastikan Aliyah akan menjadi calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Agus. Sekarang Aliyah fokus meyakinkan partai Demokrat untuk mengusungnya. Agus memang dikenal sebagai politisi santun yang bertangan dingin, ia selalu selamat pada celah-celah politik yang rumit. Di lapangan, sosialisasi Agus tidak sebanyak poster, gambar, baligho atau spanduk milik: NH, IYL, NA dan Bro Rivai, tapi elektoralnya terus meningkat. Hasil surveinya terus membaik.
Agus, IYL, NA dan NH memang aktor-aktor politik yang handal pada sisinya masing-masing, tapi gelanggang politik Sulsel tidak sekedar menginginkan kemampuan pada sudut-sudut yang parsial, masyarakat membutuhkan pemimpin yang bisa memastikan masa depannya. Siapa di antara mereka yang bisa meyakinkan masa depan Sulsel yang lebih baik, berdasarkan pengalaman dan track record yang ada, maka dialah yang mendulang dukungan masyarakat. (*/IPC)










