INIPASTI.COM, SUDIANG – Hidayah bisa datang kapan saja, di mana saja, kepada siapa saja. Terlahir sebagai non-muslim, tak berarti Allah SWT meninggalkannya. Allah SWT memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Termasuk kepada karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta bernama Donny (33).
Pria kelahiran Jakarta, 24 Maret 1985 mengaku telah mengenal Islam sejak ia duduk di bangku kuliah. Teman-teman sekelasnya waktu itu kebanyakan adalah muslim. Sehingga ia merasa tertarik untuk mempelajari Islam lebih dalam lagi.
Namun, kebesaran hati seorang anak tunggal ini belum bisa ia tekadkan secara bulat. Mengingat keputusannya untuk beralih agama tentu akan membuat dilema dalam keluarganya, terutama kedua orangtuanya.
Akan tetapi, alumnus Universitas Indonesia (UI) ini tak berhenti mencari kebenaran. Hingga pada tahun 2008 ia membulatkan tekad untuk menganut agama Islam. Tepat 2 tahun setelah sang ibu meninggal dunia.
“Teman-teman saya dulu waktu kuliah di UI rata-rata muslim. Dari situ saya belajar dan tahun 2008 saya mengucapkan dua kalimat syahadat,” jelas putra tunggal Handrianto Pringadi (77) ini.
Donny bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah saat ia telah bekerja. Saat itu pula ia telah mengenal Mawar Ratna Kusuma Dewi (36) yang saat ini menjadi istrinya.
Mawar dipersunting oleh Donny setelah 2 tahun ia memeluk agama Islam. Donny pun mengucapkan ijab kabul di depan penghulu pada 15 Januari 2010. Keduanya kini telah dianugerahi 3 orang anak.
Setahun setelah menikah, kedua pasangan sejoli ini berniat untuk menunaikan ibadah haji. Donny ingin menyempurnakan keislamannya dengan melaksanakan rukun Islam yang kelima itu.
Donny kemudian mendaftar haji di Kementerian Agama di tanah kelahiran sang Istri, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada tahun 2011 silam. Setelah menunggu 7 tahun lamanya, keduanya pun mendapatkan panggilan untuk berangkat ke tanah suci. 30 Juli 2018 ia berangkat dari Embarkasi Makassar menuju Jeddah.
Menunaikan ibadah haji, bagi Donny, adalah penebus dosa. “Kami ingin jadi manusia yang lebih baik lagi. Dan khususnya saya, tentu ini untuk menebus dosa-dosa saya selama ini,” ujarnya.
Ayah dari Kimmy Khairan (7) ini juga mengaku akan mendoakan keluarga, terutama sang ayah, agar juga bisa mendapatkan hidayah Islam. Ia berharap, orang-orang yang ia cintai juga meyakini kebenaran Islam. Tak ketinggalan, ia berniat untuk mendoakan almarhum ibunya supaya bisa tenang di alam sana.
Sedangkan bagi sang istri, harapannya hanya ingin tetap berada di sisi sang suami. Mawar bertekad untuk tetap setia mendampingi Donny hingga akhir hayat. Dan bisa menjadi ibu yang baik bagi ketiga orang anaknya.
“Tentu bagi saya akan berdoa supaya bisa membimbing anak-anak lebih baik, dan jadi keluarga yang lebih baik. Bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” harap Mawar.
Kini, Donny dan Mawar beserta kedua saudaranya telah berada di Makkah. Mereka tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 17 Embarkasi Makassar bersama JCH asal Papua lainnya.
“Dan tentunya bagi kami dan bagi seluruh calon jemaah haji, semoga bisa menjadi haji yang mabrur,” doanya. Baca Juga : Begini Tips Tetap Terlihat Cantik Ala JCH Termuda Makassar.(Sule)










