INIPASTI.COM, MAROS- Beberapa hari lalu, tanah amblas buat geger warganet di maros digarap oleh petani sekitar. Petani di Dusun Tana Takko Desa Lebbo Tengae Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, nekat menggarap sawahnya, meski telah dilarang.
Seorang petani, Munsir mengaku terpaksa menggarap sawahnya, sebab sawah tersebut merupakan sumber penghasilannya.
Dia sempat mendegar imbauan larangan menggarap sawahnya, karena sawah tersebut masuk ke dalam area rawan amblas. Namun hal tersebut terpaksa diabaikan.
“Saya sempat mendengar ada imbauan jangan mendekat ke area lubang. Tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak kerja sawah, kami mau makan apa?,” ujarnya, melalui media, Ahad (12/1/2020)
Dia menyampaikan, sawah tersebut merupakan tadah hujan. Setiap tahun, hanya bisa ditanami padi. Berbeda dengan sawah yang ada di Bantimurung, bisa panen tiga kali dalam setahun.
“Sawah kami hanya bisa ditanami padi sekali dalam setahun. Hanya pada musim hujan sekarang ini. Kalau ini kami lewatkan, kami mau makan apa?,” ungkapnya lagi.










